Setelah perjalanan yang panjang dari Jogja - Bekasi - Kebon Jeruk - Bekasi - Bandung, gw pun merebahkan tubuh di kasur kosan yang sepertinya udah mulai jebol.
Setelah beristirahat secukupnya (kira-kira 12 jam), hari ini gw akan ke kampus untuk mengadakan pertemuan kelompok. Gw merasa tidak enak dengan kelompok diklat gw yang gw telantarkan selama seminggu. Tak lupa bawa bakpia dari jogja buat sogokan, gw melangkah menuju kampus tercinta ITB.
Ternyata nomer kelompok gw 59 (baru tau. maklum baru dateng). Setelah memperkenalkan diri dan meminta maaf dari lubuk hati yang paling luar sembari memberikan bakpia, gw pun mulai mencoba menghapal anggota kelompok tersebut
Karena udah setahun berlalu gw udah agak lupa dengan nama-nama anggota kelompok tersebut, tetapi untung saja seseorang menciptakan sosial media bernama facebook. Disana kita bikin grup kelompok (yang mana sekarang sudah terlantarkan sama sekali), dan dari sana gw bisa ingat kembali anggota2 kelompok waktu itu.
Ada 17 anggota yang terdaftar dalam grup ini dan dibedakan menjadi 2 jenis: laki-laki dan perempuan. Karena lumayan banyak maka nama mereka disebut sesuai dengan alur cerita saja
....
Waktu itu ketika gw dateng, semua peserta diklat sedang diberi tugas mengenai Cinta Tanah Air. Setiap kelompok disuruh membuat video mengenai apa yang ingin kamu lakukan untuk Indonesia, dan kelompok kami mengemasnya dengan judul "JIKA AKU MENJADI PRESIDEN".
ini adalah video yang kami buat yang telah diupload di situs Youtube dan telah ditonton lebih dari 1 juta orang (bohong sih, tp plis ditonton. ini seru banget terutama di bagian akhir karena tiba-tiba ada gw lagi adu panco)
Jika anda terkendala oleh koneksi internet anda yang lamban atau ingin penjelasan bagaimana video itu dibuat, berikut keterangan dari gw.
awal-awalnya terlihat seperti video biasa mengenai orang-orang yang mengungkapkan visi-misinya jika menjadi presiden. Awalnya visi-misinya terlihat normal. memajukan pendidikan. mengolah sumber daya sendiri. anti korupsi dan lain-lain. bahkan ada yang pidatonya lama banget ampe yang bikin video aja bosen. yang ngomongnya paling panjang sendiri itu namanya Dhika. dia lucu banget orangnya. Baru kali ini gw nemu orang yang pengen menjelajahi setiap terminal di Bandung. Ya, dia adalah Dhika. Makhluk yang jarang ditemui di era global ini
kemudian entah kenapa setelah kedatangan gw syuting video menjadi berubah, dari yang biasa saja menjadi.....yah tau lah apa namanya.
Semua dimulai ketika gw yang baru dateng ini disuruh syuting buat visi-misi untuk indonesia. Setelah berpikir panjang mau ngomong apa, akhirnya gw pun syuting dengan tidak biasa. Gw mengatakan visi-misi gw untuk Indonesia sambil adu panco yang bagaimanapun juga gak ada hubungannya.
Setelah itu satu per satu anggota kelompok (terutama yang cowok) mulai menggila. Sepertinya emang udah dari sananya tapi kehadiran gw seolah menjadi katalis untuk mereka 'berkreasi'. Lihat aja sendiri di video ada Deded yang makan rumput (dan hampir dimarahin Satpam) juga Dezky Oka yang ngetik di komputer yang gak nyala....
Setelah menyelesaikan tugas visi untuk Indonesia. ternyata ada tugas lain lagi, yaitu kampanye untuk membuat masyarakat lebih mencintai Indonesia. Temanya bebas. Bentuknya bebas, boleh turun ke jalan, bikin selebaran, terserah kreativitas kelompok. Kelompok gw memutuskan untuk kampanye melalui video. Sepertinya anggota kelompok gw calon Aktor Hollywood semua.
Setelah berembuk sekian lama, kita memutuskan tema kampanye kita adalah 'AIR'. ya, air yang terkadang bisa membantu kita di saat kekeringan namun bisa juga menghancurkan kita saat ujian mekanika fluida. Itulah yang akan kami kampanyekan.
Berlokasi di rumah salah seorang anggota kelompok yaitu Meivira, shooting dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat Indonesia mau lebih hemat air, karena masih banyak daerah yang kesulitan air bersih. caranya mudah, yaitu dengan mandi lebih cepat.
Setelah itu ditentukanlah aktor-aktor yang akan berperan. mulanya yang akan berperan sebagai aktor yang mandinya lama banget adalah Dezky Oka, namun setelah kedatangan gw, semua mata beralih dan tertuju pada gw.
Memang sih, saat itu badan gw lagi sexy bohai dan aduhai. Gondrong pula. tipe cowok idaman gitu lah, sampe-sampe semua individu yang melihat gw bakal mensekresikan hormon Adrenocorticotroid (ACTH). cuman hati-hati aja kalo kebanyakan ACTH nanti bisa botak
Setelah membandingkan tubuh gw dan Dezky, sepertinya rakyat memilih gw untuk jadi peran utama (yang mana harus mandi). Tetapi karena kemaluan gw cukup besar, akhirnya gw menolak dan menyerahkan posisi tersebut ke Dezky Oka.
Syuting berjalan lantjar, dan inilah video yang kami hasilkan. Sudah diupload di Youtube dan dalam 2 hari berhasil menembus 1000 tayangan (beneran). Ampe tweetnya Dezky tentang video ini di Retweet oleh Artis Terkenal yang gw lupa siapa namanya. berikut videonya (wajib ditonton, kalo gak ditonton gak klimaks ni...)
begitulah kisah pembuatan video kelompok 59 diklat OSKM 2013. setelah 2 video tadi hari-hari yang seru terus berlanjut, diantaranya ada memberi dukungan kepada Meivira yang akan ikut SBMPTN lagi untuk ganti haluan ke kedokteran, editing video di kosan Grego, dan Matrikulasi bareng karena nilai kelompok tidak mencukupi (mungkin gara-gara video...)
namun karena gw kurang inget, jadi sampai disini saja perjumpaan kita kali ini. Sampai jumpa di lain kesempatan.
Senin, Agustus 18, 2014
Sabtu, Agustus 02, 2014
Long Long Holiday (4)
Pagi ini dimulai dengan bunyi kaca pecah. Serentak seisi rumah Ari terbangun oleh bunyi keras tersebut. Setelah ditelusuri, ternyata asalnya dari hape Sandy. Dia masang alarm dengan ringtone kaca pecah, dan di sambung ke loudspeakernya Ari sehingga bunyinya membahana sampai Norwegia. Setelah memarahi si kecil seisi rumah pun tidur lagi.
Kemudian pagi berganti menjadi siang. Semua orang sudah sadar dan hari ini pun kita bingung mau ngapain. Setelah mengadakan rapat diputuskan bahwa kita bakalan main ke kosan Vian. Siapa yang ngusulin itu gw gak tau. Kayaknya saking seringnya kita ke Jogja jadi tempat wisata yang tersisa cuma kosannya Vian.
Setelah rapat selesai Gw, Riza, Ari, Uga, Ryan, dan Sandy segera berangkat menuju kosan Vian. Eky gak ikut karena tugas kuliah. Sempat kebingungan di sekitar Ring Road, akhirnya kita sampai di tempat wisata (?) yang kita tuju
Kami pun memanggil Vian dan dia keluar lama kemudian. Setelah masuk selama beberapa meter gw mulai mencium bau-bau tidak sedap. Sempat curiga Vian buang air sembarangan, namun ternyata di dalam kosannya Vian ada banyak sekali kandang ayam (dan tentu saja banyak ayamnya). Bau tersebut berasal dari tai ayam yang belum dibersihkan.
Gw curiga ini sebenernya bukan kos-kosan tapi peternakan ayam
Setelah menyapa ayam-ayam disana dengan kukuruyuk, kami masuk lebih dalam menuju kamar Vian. Gw heran kenapa Vian betah tinggal di kosan yang mirip peternakan ini. Jangan-jangan dia diem-diem kalo laper ngambil ayam 1 buat digoreng terus dimakan. Ato telornya yang diambil buat bikin telor asin.
Ujung-ujungnya pun kita gak ngapa-ngapain di kosan Vian sampai hari menjelang sore. Dalam perjalanan pulang ke rumah Ari seseorang mengusulkan beli Anggur Merah dulu. Tampaknya malam ini bakal ada pesta
Sebagai teman minum Anggur, kita juga beli Bintang, Coca-cola, dan Ultra Milk. Sepertinya akan ada tantangan nahan muntah
Malam pun tiba. Setelah mendatangkan Tara, kita pun mulai berpesta dimulai dengan bunyi kaca pecah Sandy. kami membuka Amer yang baru saja dibeli.
Beberapa orang mencampurkannya dengan Bintang, ada yang dengan Cola, ada juga yang murni anggur doang. Sambil berhati-hati agar nggak mabok, kita pun mulai minum. Herannya Sandy ikutan minum amer. Gw kira dia bakal minum susu doang
Gw sih minumnya secukupnya aja. Takut kena Neuroglycopenia ato penyakit lainnya. Sudah jadi pengetahuan umum bahwa terlalu banyak minum alkohol tidak baik untuk kesehatan jadi gw cuman minum alkohol sampai batas aman seperti kata web ini. Itu pun udah bikin gw ngantuk.
Gw jadi teringat gw pernah ditunjukin video Uga lagi mabok. Dia tampaknya stress sekali karena saat itu abis putus ampe ngoceh-ngoceh gak jelas tentang celana dalem (?). Maka dari itu pemirsa, jauhilah minuman-minuman keras seperti bir dan es batu. lebih sehat minum teh atau susu.
Setelah menghabiskan semua minuman yang dibeli (untungnya gak ada yang muntah setelah minum susu abis minum anggur), satu per satu manusia bertumbangan.
....
Keesokan harinya ketika terbangun, rumah Ari tampak seperti abis kena serangan udara. Semua orang tewas. Bahkan alarm Sandy tak mampu membangunkan mereka, padahal Gw, Riza, dan Uga bakal pulang ke Jakarta. Sementara Ryan sepertinya akan melanjutkan perjalanan ke Malang ato sekitarnya. Gw lupa, sepertinya karena pengaruh alkohol semalem ato karena udah setahun berlalu
Setelah sadar dari hangover, gw riza dan uga pun siap-siap kembali ke jakarta. Dianter Ari ke Stasiun, kami pun segera meninggalkan kota ini menuju kota tempat tinggal kami....
BELUM SELESAI!
di kereta yang kita tumpangin ada Ibu-ibu aneh. tiap ada orang jualan pasti dibeli. Udah gitu gw, riza, uga, dan seorang cewe yang kebetulan duduk di sebelah ibu-ibu tersebut dibeliin nasi goreng kereta. Dalem hati gw pikir ini ibu-ibu kebanyakan duit, terlalu dermawan, ato apa???
Bukannya mencurigai si Ibu, tapi rasanya aneh kalo ada orang beliin makan buat orang yang gak dikenalnya. Dulu juga pas kecil kita pasti sering dibilangin, 'Jangan Terima Permen dari Orang Tak Dikenal!!!!!', maka sangat wajar bila kita mencurigai nasi goreng yang dibeliin si Ibu.
Tapi karena mubazir kalo dibiarin, akhirnya dimakan juga
Si Ibu ini juga demen banget ngoceh. Didengerin males, diabaikan kasian. Jadi kita cuma bisa berharap segera sampai di Jakarta. Rasanya perjalanannya lebih lama dari biasanya, padahal gak ada kemacetan di rel manapun
Akhirnya doa kita dikabulkan. Gw dan Riza turun di Stasiun Jatinegara dan nyambung Commuter Line ke Bekasi sementara Uga masih harus melanjutkan perjuangannya ampe Stasiun Senen.
Setelah sampai di Bekasi kita dijemput Emak-Bapaknya Riza yang emang lagi di Bekasi dan gw dianter ampe rumah. Baik ya mereka.
Kemudian gw sadar bahwa motor gw masih ada di rumah Riza di Kebon Jeruk
...
Keesokan harinya gw naik Bis ke Kebon Jeruk untuk menjemput Supra tersayang. Kelamaan di Bandung, gw lupa kalo Jakarta itu macet dimana-mana. Naik bis dari bekasi ke Kebon Jeruk udah kayak ke Bandung lamanya. Gw hampir mau jalan kaki aja ke rumah Riza
Setelah menyambung angkot ini dan itu, akhirnya gw sampai di depan Casagoya Residence blok J-6 tempat Riza bernaung. Gw mampir beberapa jam buat melakukan hal ini-itu, kemudian pulang ke Bekasi bawa motor.
Gw pun kembali hampir melupakan sesuatu. DIKLAT!!!!! gw membayangkan gimana ceritanya kelompok gw bisa hidup tanpa ada gw disana (padahal gw belom ikut sama sekali)
Merasa penasaran dengan kelompok gw, keesokan harinya pun gw pergi ke Bandung dengan jasa Bis Primajasa. Setelah bertanya kepada Grego, katanya kelompok kita gak normal. Sepanjang perjalanan pun gw was-was kelompok gw sebenernya kayak apa dan apa yang gw lewatin selama seminggu di Jogja....
To Be Continued...
Kemudian pagi berganti menjadi siang. Semua orang sudah sadar dan hari ini pun kita bingung mau ngapain. Setelah mengadakan rapat diputuskan bahwa kita bakalan main ke kosan Vian. Siapa yang ngusulin itu gw gak tau. Kayaknya saking seringnya kita ke Jogja jadi tempat wisata yang tersisa cuma kosannya Vian.
Setelah rapat selesai Gw, Riza, Ari, Uga, Ryan, dan Sandy segera berangkat menuju kosan Vian. Eky gak ikut karena tugas kuliah. Sempat kebingungan di sekitar Ring Road, akhirnya kita sampai di tempat wisata (?) yang kita tuju
Kami pun memanggil Vian dan dia keluar lama kemudian. Setelah masuk selama beberapa meter gw mulai mencium bau-bau tidak sedap. Sempat curiga Vian buang air sembarangan, namun ternyata di dalam kosannya Vian ada banyak sekali kandang ayam (dan tentu saja banyak ayamnya). Bau tersebut berasal dari tai ayam yang belum dibersihkan.
Gw curiga ini sebenernya bukan kos-kosan tapi peternakan ayam
Setelah menyapa ayam-ayam disana dengan kukuruyuk, kami masuk lebih dalam menuju kamar Vian. Gw heran kenapa Vian betah tinggal di kosan yang mirip peternakan ini. Jangan-jangan dia diem-diem kalo laper ngambil ayam 1 buat digoreng terus dimakan. Ato telornya yang diambil buat bikin telor asin.
Ujung-ujungnya pun kita gak ngapa-ngapain di kosan Vian sampai hari menjelang sore. Dalam perjalanan pulang ke rumah Ari seseorang mengusulkan beli Anggur Merah dulu. Tampaknya malam ini bakal ada pesta
Sebagai teman minum Anggur, kita juga beli Bintang, Coca-cola, dan Ultra Milk. Sepertinya akan ada tantangan nahan muntah
Malam pun tiba. Setelah mendatangkan Tara, kita pun mulai berpesta dimulai dengan bunyi kaca pecah Sandy. kami membuka Amer yang baru saja dibeli.
Beberapa orang mencampurkannya dengan Bintang, ada yang dengan Cola, ada juga yang murni anggur doang. Sambil berhati-hati agar nggak mabok, kita pun mulai minum. Herannya Sandy ikutan minum amer. Gw kira dia bakal minum susu doang
Gw sih minumnya secukupnya aja. Takut kena Neuroglycopenia ato penyakit lainnya. Sudah jadi pengetahuan umum bahwa terlalu banyak minum alkohol tidak baik untuk kesehatan jadi gw cuman minum alkohol sampai batas aman seperti kata web ini. Itu pun udah bikin gw ngantuk.
Gw jadi teringat gw pernah ditunjukin video Uga lagi mabok. Dia tampaknya stress sekali karena saat itu abis putus ampe ngoceh-ngoceh gak jelas tentang celana dalem (?). Maka dari itu pemirsa, jauhilah minuman-minuman keras seperti bir dan es batu. lebih sehat minum teh atau susu.
Setelah menghabiskan semua minuman yang dibeli (untungnya gak ada yang muntah setelah minum susu abis minum anggur), satu per satu manusia bertumbangan.
....
Keesokan harinya ketika terbangun, rumah Ari tampak seperti abis kena serangan udara. Semua orang tewas. Bahkan alarm Sandy tak mampu membangunkan mereka, padahal Gw, Riza, dan Uga bakal pulang ke Jakarta. Sementara Ryan sepertinya akan melanjutkan perjalanan ke Malang ato sekitarnya. Gw lupa, sepertinya karena pengaruh alkohol semalem ato karena udah setahun berlalu
Setelah sadar dari hangover, gw riza dan uga pun siap-siap kembali ke jakarta. Dianter Ari ke Stasiun, kami pun segera meninggalkan kota ini menuju kota tempat tinggal kami....
BELUM SELESAI!
di kereta yang kita tumpangin ada Ibu-ibu aneh. tiap ada orang jualan pasti dibeli. Udah gitu gw, riza, uga, dan seorang cewe yang kebetulan duduk di sebelah ibu-ibu tersebut dibeliin nasi goreng kereta. Dalem hati gw pikir ini ibu-ibu kebanyakan duit, terlalu dermawan, ato apa???
Bukannya mencurigai si Ibu, tapi rasanya aneh kalo ada orang beliin makan buat orang yang gak dikenalnya. Dulu juga pas kecil kita pasti sering dibilangin, 'Jangan Terima Permen dari Orang Tak Dikenal!!!!!', maka sangat wajar bila kita mencurigai nasi goreng yang dibeliin si Ibu.
Tapi karena mubazir kalo dibiarin, akhirnya dimakan juga
Si Ibu ini juga demen banget ngoceh. Didengerin males, diabaikan kasian. Jadi kita cuma bisa berharap segera sampai di Jakarta. Rasanya perjalanannya lebih lama dari biasanya, padahal gak ada kemacetan di rel manapun
Akhirnya doa kita dikabulkan. Gw dan Riza turun di Stasiun Jatinegara dan nyambung Commuter Line ke Bekasi sementara Uga masih harus melanjutkan perjuangannya ampe Stasiun Senen.
Setelah sampai di Bekasi kita dijemput Emak-Bapaknya Riza yang emang lagi di Bekasi dan gw dianter ampe rumah. Baik ya mereka.
Kemudian gw sadar bahwa motor gw masih ada di rumah Riza di Kebon Jeruk
...
Keesokan harinya gw naik Bis ke Kebon Jeruk untuk menjemput Supra tersayang. Kelamaan di Bandung, gw lupa kalo Jakarta itu macet dimana-mana. Naik bis dari bekasi ke Kebon Jeruk udah kayak ke Bandung lamanya. Gw hampir mau jalan kaki aja ke rumah Riza
Setelah menyambung angkot ini dan itu, akhirnya gw sampai di depan Casagoya Residence blok J-6 tempat Riza bernaung. Gw mampir beberapa jam buat melakukan hal ini-itu, kemudian pulang ke Bekasi bawa motor.
Gw pun kembali hampir melupakan sesuatu. DIKLAT!!!!! gw membayangkan gimana ceritanya kelompok gw bisa hidup tanpa ada gw disana (padahal gw belom ikut sama sekali)
Merasa penasaran dengan kelompok gw, keesokan harinya pun gw pergi ke Bandung dengan jasa Bis Primajasa. Setelah bertanya kepada Grego, katanya kelompok kita gak normal. Sepanjang perjalanan pun gw was-was kelompok gw sebenernya kayak apa dan apa yang gw lewatin selama seminggu di Jogja....
To Be Continued...
Selasa, Juli 29, 2014
Long Long Holiday (3)
Untuk mereview postingan sebelumnya, ada baiknya kita menyanyikan lagu yang satu ini:
Ya, jadi kereta yang ditumpangi Gw, Riza, Uga, dan Ryan akhirnya berangkat menuju tujuan akhir Yogyakarta. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya kita berpikir mau ngapain kita di Jogja?????? Kami memang orang-orang yang kritis.
Kami pun akhirnya lelah setelah mengobrol panjang lebar. Untuk urusan mau ngapain kita di Jogja, akhirnya terselesaikan dengan keputusan 'nanti aja dipikir kalo udah nyampe sana'. kami pun tertidur. Gw yang duluan tidur
dan gw yang duluan bangun. di luar gelap sekali. sampai-sampai wajah diriku yang rupawan terpantul di kaca jendela. beberapa saat kemudian kacanya nyaris pecah kalau saja gw gak segera memalingkan muka
Kereta terus melaju dengan bunyi jukgejakgejuk hingga akhirnya sampai ke Stasiun Tugu Yogyakarta dimana banyak penumpang turun. Sementara kita bakalan turun di Stasiun Lempuyangan.
Begitu tiba di stasiun Lempuyangan kami segera dijemput oleh teman kami yang baik hati mau membiarkan rumahnya dipakai untuk tempat kami menginap, Alfonsus Arianto Wibowo. Konon, begitu rumahnya didatengin temen-temennya, rumahnya berubah status dari berantakan menjadi berantakan sekali.
Setelah sampai di rumah Ari tercinta, kami pun segera melanjutkan tidur kami. Tetapi disana sudah ada 2 orang manusia yang tertidur lelap, yakni Eky dan Sandy.
Eky adalah penghuni tetap rumah Ari, sedangkan Sandy entah kenapa lagi ada disana. Manusia yang tingginya hampir 150 cm ini diperkirakan kekurangan hormon somatotropin. Pasalnya sodara-sodara Sandy yang lain menjulang semua.
tanpa memedulikan 2 orang tadi, kami pun tidur lagi.
...
Wahai ketika kami terbangun, hari pun sudah siang. Kemudian atas usul tuan rumah kami pun memutuskan untuk pergi ke suatu pantai yang bernama POK NUNGGAL. yak itu pantai mana lagi gw gak tau dan kedengerannya kayak negara asal Cristiano Ronaldo
Untuk meramaikan suasana, kami mengajak teman yang juga harusnya kuliah di Jogja, yaitu Tara. gw bilang 'harusnya' karena mantan seminaris ini sebenernya udah gak jelas lagi kuliah ato kaga.
setelah Tara datang, kami pun segera berangkat menuju Pantai Pok Nunggal. dan setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya kita sampai,diiringi dengan datangnya hujan...
untung hujannya tidak begitu lama sehingga kita bisa segera berlari-lari dengan riang gembira dipantai, seandainya seseorang tidak nginjek bulu babi secara tidak sengaja.
kemudian kami melihat ada tebing yang cukup tinggi di tepi pantai, dan seseorang dengan baik hati telah membuatkan jalan ke puncak tebing itu. akhirnya kami memutuskan untuk mendaki tebing tersebut untuk melihat pemandangan indah dari atas sana.
Namun lagi-lagi, seseorang menggunakan atribut yang salah. Tara yang datang menggunakan sandal terkenal Swallow, berkali-kali terpeleset dan nyaris jatuh dari tebing. Dia harus bersyukur karena masih bisa hidup dan kuliah sampai sekarang....
Kami pun sampai di puncak tebing dan menikmati semilir angin pantai yang menyejukkan, dihiasi panorama pantai di sore hari yang indah.
tanpa terasa waktu terus berlalu tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan (eh?). ehm, Matahari pun mulai tenggelam dan kami pun segera kembali ke kediaman Ari.
...
Hari pun mulai malam dan kami mulai lapar. rasa-rasanya seharian ini belom makan deh. Oleh karena itu kami segera pergi untuk makan makanan favorit anda dan saya, Nasi Goreng B2!
Kami pun juga berbagi kebahagian dengan mengajak 2 teman kita untuk makan bersama, yaitu Nata dan Vian.
Nata pernah ikut juga dalam petualangan gw ke jogja sebelum ini, sedangkan Vian baru kali ini muncul. Orang ini dulu pernah main drama jadi Pastor dan semua orang melayangkan protes keras karena tidak sesuai dengan sifat aselinya. Ujung-ujungnya sih semua ketawa karena Vian mengucapkan dialog-dialog religius yang mungkin hanya akan diucapkannya saat itu saja
tampaknya Vian dan Tara sangat berteman baik. terbukti kalo mereka udah ngobrol, tiba-tiba mereka bakalan ketawa dan yang lain tetep terbengong-bengong. dan untuk menghormati mereka berdua akhirnya ikutan ketawa
Kebersamaan ini akhirnya harus berakhir kala sang waktu terus bergulir, sementara energi yang kami miliki terbatas. Kami pun kembali ke kosan masing-masing (dan beberapa orang ke rumah Ari), beristirahat untuk kembali beraktifitas esok hari.
~bersambung again~
KERETA MALAM
oleh: Evie Tamala
komentator: Thomas Milano
Pernah sekali, aku pergi
dari Jakarta, ke Surabaya (dalam kasus gw harusnya ke Yogyakarta)
Untuk menengok nenek disana (kalo gue sih untuk nengok temen)
Mengendarai kereta malam (Ebuset, ini lagu yang nyiptain masinisnya ya?)
Jugejakgejukgejakgejuk
Kereta berangkat
Jugejakgejukgejakgejuk
Hatiku gembiraaaa
(yeeeeeyyyy)
Kebetulan malam itu (bukan rekayasa!!)
Cuacanya terang bulan (tetep aja diluar pasti gelap)
Ku melihat kiri kanan (banyak pohon cemaraa..aa..aa..)
Oh indahnya pemandangan (indah apanya diluar gelap gitu...)
Sayang tak lama, kantukku datang (apa? lo masinisnya kan???)
Hingga tertidur lelap sekaliiii....
(PAKK BANGUN PAKK KERETANYA BISA NYUNGSEPPP!!!!)
(PAKK BANGUN PAKK KERETANYA BISA NYUNGSEPPP!!!!)
Wahai ketika aku terbangun
Rupanya hari pun sudah pagi
Hingga tiada aku sadari
Aku tlah tiba di Surabayaa (Harusnya dah nyampe prapatan surga-neraka lo...)
Ya, jadi kereta yang ditumpangi Gw, Riza, Uga, dan Ryan akhirnya berangkat menuju tujuan akhir Yogyakarta. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya kita berpikir mau ngapain kita di Jogja?????? Kami memang orang-orang yang kritis.
Kami pun akhirnya lelah setelah mengobrol panjang lebar. Untuk urusan mau ngapain kita di Jogja, akhirnya terselesaikan dengan keputusan 'nanti aja dipikir kalo udah nyampe sana'. kami pun tertidur. Gw yang duluan tidur
dan gw yang duluan bangun. di luar gelap sekali. sampai-sampai wajah diriku yang rupawan terpantul di kaca jendela. beberapa saat kemudian kacanya nyaris pecah kalau saja gw gak segera memalingkan muka
Kereta terus melaju dengan bunyi jukgejakgejuk hingga akhirnya sampai ke Stasiun Tugu Yogyakarta dimana banyak penumpang turun. Sementara kita bakalan turun di Stasiun Lempuyangan.
Begitu tiba di stasiun Lempuyangan kami segera dijemput oleh teman kami yang baik hati mau membiarkan rumahnya dipakai untuk tempat kami menginap, Alfonsus Arianto Wibowo. Konon, begitu rumahnya didatengin temen-temennya, rumahnya berubah status dari berantakan menjadi berantakan sekali.
Setelah sampai di rumah Ari tercinta, kami pun segera melanjutkan tidur kami. Tetapi disana sudah ada 2 orang manusia yang tertidur lelap, yakni Eky dan Sandy.
Eky adalah penghuni tetap rumah Ari, sedangkan Sandy entah kenapa lagi ada disana. Manusia yang tingginya hampir 150 cm ini diperkirakan kekurangan hormon somatotropin. Pasalnya sodara-sodara Sandy yang lain menjulang semua.
tanpa memedulikan 2 orang tadi, kami pun tidur lagi.
...
Wahai ketika kami terbangun, hari pun sudah siang. Kemudian atas usul tuan rumah kami pun memutuskan untuk pergi ke suatu pantai yang bernama POK NUNGGAL. yak itu pantai mana lagi gw gak tau dan kedengerannya kayak negara asal Cristiano Ronaldo
Untuk meramaikan suasana, kami mengajak teman yang juga harusnya kuliah di Jogja, yaitu Tara. gw bilang 'harusnya' karena mantan seminaris ini sebenernya udah gak jelas lagi kuliah ato kaga.
setelah Tara datang, kami pun segera berangkat menuju Pantai Pok Nunggal. dan setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya kita sampai,diiringi dengan datangnya hujan...
untung hujannya tidak begitu lama sehingga kita bisa segera berlari-lari dengan riang gembira dipantai, seandainya seseorang tidak nginjek bulu babi secara tidak sengaja.
ilustrasi lari-lari di pantai. Aselinya gak kayak gini kok
kemudian kami melihat ada tebing yang cukup tinggi di tepi pantai, dan seseorang dengan baik hati telah membuatkan jalan ke puncak tebing itu. akhirnya kami memutuskan untuk mendaki tebing tersebut untuk melihat pemandangan indah dari atas sana.
Namun lagi-lagi, seseorang menggunakan atribut yang salah. Tara yang datang menggunakan sandal terkenal Swallow, berkali-kali terpeleset dan nyaris jatuh dari tebing. Dia harus bersyukur karena masih bisa hidup dan kuliah sampai sekarang....
Kami pun sampai di puncak tebing dan menikmati semilir angin pantai yang menyejukkan, dihiasi panorama pantai di sore hari yang indah.
tanpa terasa waktu terus berlalu tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan (eh?). ehm, Matahari pun mulai tenggelam dan kami pun segera kembali ke kediaman Ari.
...
Hari pun mulai malam dan kami mulai lapar. rasa-rasanya seharian ini belom makan deh. Oleh karena itu kami segera pergi untuk makan makanan favorit anda dan saya, Nasi Goreng B2!
Kami pun juga berbagi kebahagian dengan mengajak 2 teman kita untuk makan bersama, yaitu Nata dan Vian.
Nata pernah ikut juga dalam petualangan gw ke jogja sebelum ini, sedangkan Vian baru kali ini muncul. Orang ini dulu pernah main drama jadi Pastor dan semua orang melayangkan protes keras karena tidak sesuai dengan sifat aselinya. Ujung-ujungnya sih semua ketawa karena Vian mengucapkan dialog-dialog religius yang mungkin hanya akan diucapkannya saat itu saja
tampaknya Vian dan Tara sangat berteman baik. terbukti kalo mereka udah ngobrol, tiba-tiba mereka bakalan ketawa dan yang lain tetep terbengong-bengong. dan untuk menghormati mereka berdua akhirnya ikutan ketawa
Kebersamaan ini akhirnya harus berakhir kala sang waktu terus bergulir, sementara energi yang kami miliki terbatas. Kami pun kembali ke kosan masing-masing (dan beberapa orang ke rumah Ari), beristirahat untuk kembali beraktifitas esok hari.
~bersambung again~
Sabtu, Juli 26, 2014
Long Long Holiday (2)
Tahun lalu liburan gak berasa lama banget seperti tahun ini. Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena adanya diklat terpusat oskm. Awalnya gw merasa males banget ngikutin nih diklat tapi ternyata gw masuk kelompok yang aneh tiada duanya. Mungkin kelompok diklat ini adalah kelompok ter-absurd yang pernah gw masuki seumur hidup gw.
Awalnya gw merasa terpaksa mengikuti diklat ini karena pihak Teknik Fisika mewajibkan untuk ikut. Mula-mula sama pendiklatnya kita disuruh bikin kelompok, 1 kelompok maksimal 24 orang kalo gak salah, dan kalo bisa harus ada orang dari setiap fakultas.
Kemudian gw pun berpikir dengan selownya, 'Yah kelompok mana aja boleh lah yang penting ikut kan. siapa aja booking gw cepetan! Siapa cepat dia dapat! Buruan sebelum kehabisan!'
Ternyata orang yang beruntung mendapatkan gw adalah Gregorius Darmawan. Sial. Dia Cowo. Mahasiswa Sekolah Farmasi ini kebetulan mencari orang dari FTI untuk masuk kelompoknya dan kebetulan pula dia bertemu gw dan kebetulan pula gw FTI dan kebetulan pula gw belom dapet kelompok. Jadi semua ini terjadi karena kebetulan semata sodara-sodara. Ini bukan rekayasa ataupun kecurangan!! Pemilu 2014 Sah!!
Setelah berhasil mendapatkan kelompok, gw pun beristirahat sejenak menunggu Grego dan kawan-kawan berhasil melengkapi kuota kelompok. Diklatnya bakalan dimulai minggu depan dan dalam batas waktu itu kelompok harus udah kebentuk.
Di saat yang sama gw mendapat tawaran untuk pergi ke Yogakarta dari salah seorang teman yang bernama Sebastianus Endi Riza Putra, seorang mahasiswa Teknik Sipil Unpar. Mantan anggota tim voli Gonzaga. Bapaknya redaktur pelaksana kompas. Adeknya sekolah di Santa Ursula. Rumahnya di Kebon Jeruk. Kampungnya di Muntilan. Internet di rumahnya ngebut bhukan mainh.
Namun yang menjadi masalah adalah tanggal perjalanannya. Ternyata bertepatan dengan dimulainya diklat!!
Gw pun menjadi pusing. Kepala nyut-nyutan. Badan menggigil. Jantung berdebar-debar. Nafas tersengal-sengal. gw harus membuat keputusan krusial yang membuat gw seperti orang terkena Aterosklerosis.
Setelah lelah berpikir selama 3 detik gw pun memutuskan untuk ikut pergi ke Yogyakarta. Persetan dengan diklat.
Untuk mengatasi masalah absensi, gw memberitahu Grego kalau gw gak bisa ikut minggu pertama diklat, dan untuk meyakinkan pendiklat, gw mengirim email berisi surat izin tidak bisa menghadiri diklat minggu pertama.
Setelah membereskan masalah diklat, memesan tiket, packing, dan boker, gw siap pergi ke Yogyakarta.
....
Tanpa disadari hari yang dinantikan telah tiba. Gw berencan pergi ke Jogja bersama 3 orang teman, yaitu Riza yang tadi udah gw deskripsiin, kemudian ada Uga dan Ryan.
Uga dan Ryan juga merupakan mahasiswa Universitas Parahyangan seperti riza. Cuma beda jurusan aja. Uga di Teknik Industri, sedangkan Ryan jurusan Matematika yang kemudian entah mengapa pindah haluan dan masuk Fakultas Hukum. Gw juga gak ngerti kenapa dia pindah jurusan dan apa hubungannya matematika ama hukum selain buat ngitung uang cerai.
Kami akan berangkat pada sore hari, tapi gw dengan niat jahat udah datengin rumah riza dari pagi pengen merasakan cepatnya internet di rumah riza buat download berbagai film, kemudian ketika sore menjelang kami pun pergi ke stasiun senen menanti kedatangan teman-teman kami yang lain.
dan dengan begini motor gw resmi bakalan nginep di rumah riza selama 4 hari. Untung sopirnya riza sangat baik hati berjanji bakalan manasin motor gw selama kami pergi.
dengan secepat kilat kami sampai di stasiun Pasar Senen. Kita berdua nunggu Uga dan Ryan bagai Sang malam menunggu Matahari terbit. Entah mereka yang lama banget ato kita yang kecepetan.
setelah menunggu bermenit-menit akhirnya mereke muncul out of nowhere. Mula mula nampak sebuah gumpalan yang meliuk-liuk bagai ijuk di ufuk timur. Bukan, itu bukan matahari. Matahari gak meliuk-liuk. Itu jelas rambutnya Uga yang kribo. Meskipun rambutnya gak selebat dulu tapi masih jelas itu rambutnya Uga.
beberapa saat kemudian dari ufuk barat nampak tiang listrik entah dari mana berjalan mendekat. Setelah cukup dekat barulah kami sadar itu bukan Tiang Listrik biasa, melainkan Ryan!! Saking tingginya ini orang kalo dari jauh gak bisa dibedain ama tiang listrik.
Setelah semua tim lengkap kami pun bersiap-siap untuk melakukan perjalanan. Tiket udah ditangan, cemilan udah dibeli, hajat udah dikeluarin, kami pun masuk ke dalam dan menantikan kereta untuk berangkat.
tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18.30. kereta pun mulai melaju dan petualangan gw di Yogya pun dimulai kembali....
Bersambung lagi.....
[entah kenapa gw seneng banget bikin cerita bersambung]
Awalnya gw merasa terpaksa mengikuti diklat ini karena pihak Teknik Fisika mewajibkan untuk ikut. Mula-mula sama pendiklatnya kita disuruh bikin kelompok, 1 kelompok maksimal 24 orang kalo gak salah, dan kalo bisa harus ada orang dari setiap fakultas.
Kemudian gw pun berpikir dengan selownya, 'Yah kelompok mana aja boleh lah yang penting ikut kan. siapa aja booking gw cepetan! Siapa cepat dia dapat! Buruan sebelum kehabisan!'
Ternyata orang yang beruntung mendapatkan gw adalah Gregorius Darmawan. Sial. Dia Cowo. Mahasiswa Sekolah Farmasi ini kebetulan mencari orang dari FTI untuk masuk kelompoknya dan kebetulan pula dia bertemu gw dan kebetulan pula gw FTI dan kebetulan pula gw belom dapet kelompok. Jadi semua ini terjadi karena kebetulan semata sodara-sodara. Ini bukan rekayasa ataupun kecurangan!! Pemilu 2014 Sah!!
Setelah berhasil mendapatkan kelompok, gw pun beristirahat sejenak menunggu Grego dan kawan-kawan berhasil melengkapi kuota kelompok. Diklatnya bakalan dimulai minggu depan dan dalam batas waktu itu kelompok harus udah kebentuk.
Di saat yang sama gw mendapat tawaran untuk pergi ke Yogakarta dari salah seorang teman yang bernama Sebastianus Endi Riza Putra, seorang mahasiswa Teknik Sipil Unpar. Mantan anggota tim voli Gonzaga. Bapaknya redaktur pelaksana kompas. Adeknya sekolah di Santa Ursula. Rumahnya di Kebon Jeruk. Kampungnya di Muntilan. Internet di rumahnya ngebut bhukan mainh.
Namun yang menjadi masalah adalah tanggal perjalanannya. Ternyata bertepatan dengan dimulainya diklat!!
Gw pun menjadi pusing. Kepala nyut-nyutan. Badan menggigil. Jantung berdebar-debar. Nafas tersengal-sengal. gw harus membuat keputusan krusial yang membuat gw seperti orang terkena Aterosklerosis.
Setelah lelah berpikir selama 3 detik gw pun memutuskan untuk ikut pergi ke Yogyakarta. Persetan dengan diklat.
Untuk mengatasi masalah absensi, gw memberitahu Grego kalau gw gak bisa ikut minggu pertama diklat, dan untuk meyakinkan pendiklat, gw mengirim email berisi surat izin tidak bisa menghadiri diklat minggu pertama.
Setelah membereskan masalah diklat, memesan tiket, packing, dan boker, gw siap pergi ke Yogyakarta.
....
Tanpa disadari hari yang dinantikan telah tiba. Gw berencan pergi ke Jogja bersama 3 orang teman, yaitu Riza yang tadi udah gw deskripsiin, kemudian ada Uga dan Ryan.
Uga dan Ryan juga merupakan mahasiswa Universitas Parahyangan seperti riza. Cuma beda jurusan aja. Uga di Teknik Industri, sedangkan Ryan jurusan Matematika yang kemudian entah mengapa pindah haluan dan masuk Fakultas Hukum. Gw juga gak ngerti kenapa dia pindah jurusan dan apa hubungannya matematika ama hukum selain buat ngitung uang cerai.
Kami akan berangkat pada sore hari, tapi gw dengan niat jahat udah datengin rumah riza dari pagi pengen merasakan cepatnya internet di rumah riza buat download berbagai film, kemudian ketika sore menjelang kami pun pergi ke stasiun senen menanti kedatangan teman-teman kami yang lain.
dan dengan begini motor gw resmi bakalan nginep di rumah riza selama 4 hari. Untung sopirnya riza sangat baik hati berjanji bakalan manasin motor gw selama kami pergi.
dengan secepat kilat kami sampai di stasiun Pasar Senen. Kita berdua nunggu Uga dan Ryan bagai Sang malam menunggu Matahari terbit. Entah mereka yang lama banget ato kita yang kecepetan.
setelah menunggu bermenit-menit akhirnya mereke muncul out of nowhere. Mula mula nampak sebuah gumpalan yang meliuk-liuk bagai ijuk di ufuk timur. Bukan, itu bukan matahari. Matahari gak meliuk-liuk. Itu jelas rambutnya Uga yang kribo. Meskipun rambutnya gak selebat dulu tapi masih jelas itu rambutnya Uga.
beberapa saat kemudian dari ufuk barat nampak tiang listrik entah dari mana berjalan mendekat. Setelah cukup dekat barulah kami sadar itu bukan Tiang Listrik biasa, melainkan Ryan!! Saking tingginya ini orang kalo dari jauh gak bisa dibedain ama tiang listrik.
Setelah semua tim lengkap kami pun bersiap-siap untuk melakukan perjalanan. Tiket udah ditangan, cemilan udah dibeli, hajat udah dikeluarin, kami pun masuk ke dalam dan menantikan kereta untuk berangkat.
tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18.30. kereta pun mulai melaju dan petualangan gw di Yogya pun dimulai kembali....
Bersambung lagi.....
[entah kenapa gw seneng banget bikin cerita bersambung]
Selasa, Juli 22, 2014
Long Long Holiday (1)
Selamat pagi Indonesia. Selamat pagi dunia. Entah semalem gw mimpi apa pagi-pagi gini tiba-tiba gw pengen nulis sesuatu.
Jadi sebenernya beberapa hari setelah postingan terakhir gw, leptop gw jebol. Dari dulu emang udah ada tanda-tanda kalo ini leptop sakit sih. Kalo dinyalain setelah berapa lama panasnya bukan main. udah kayak orang kena demam berdarah. Batrenya bocor kayak orang kena inkontinensia. Layarnya terkadang kresek-kresek kayak orang kena katarak.dan masih banyak penyakit lainnya yang mungkin tidak saya ketahui.
leptop gw pun akhirnya harus dirawat dan gw memasuki masa pencobaan. hari-hari tanpa leptop itu bagaikan makan nasi tanpa piring. Masih bisa dimakan sih tapi rasanya aneh aja
Hari-hari pencobaan itu terus berlanjut. Padahal gw mau menceritakan perjalanan gw ke gunung manglayang, tetapi apa daya tanpa koneksi ke dunia maya gw hanya bisa termangu menatap awan
dan setelah leptop gw kembali (padahal gw pengennya dibeliin yang baru......), mood gw untuk menulis pun menghilang
dan sekarang ketika liburan telah berjalan beberapa lama, hasrat tak tertahan untuk posting itu kembali.
....
Semuanya berawal ketika kulit manggis lagi ngetrend. Semua orang dengan gencarnya memberitakan kabar gembira ke seluruh dunia sementara gw di rumah menjalani kehidupan yang kurang menggembirakan.
Awalnya gw bangun dari tidur dengan jam yang agak random. Kadang jam 6 pagi gw udah bangun, kadang pula pas gw bangun tau-tau udah jam 12.
Kemudian gw beranjak dari tempat tidur dan memulai hari dengan senyuman. Setelah itu sarapan pagi dan gw mulai menyalakan leptop gw yang udah sembuh dan memulai ritual penghilangan kebosanan.
Tapi apa daya karena leptop gw yang lemah, gw gak bisa maen game yang aneh-aneh. Gw memulai dengan membuka emulator NDS dan memulai petualangan di dunia pokemon.
Setelah berhasil mengalakan Gym Leader dengan curangnya, gw berhenti dan kemudian membuka emulator PSX dan memulai petualangan di dunia Breath of Fire IV. Sebuah RPG yang sekuelnya hampir sebanyak Final Fantasy.
Setelah tersesat di dunia RPG dan tak tau harus kemana lagi, gw memasang modem dan terjun ke dunia maya. Setelah browsing sekian lama gw menyadari bahwa Sword Art Online episode 3 udah keluar. Tanpa ragu gw langsung donlot.
sementara menunggu donlotan selesai, gw main osu! untuk menghilangkan kebosanan. Beberapa lama kemudian akhirnya gw kesal karena gw lemah, kemudian mengecek download progress......dan ternyataaa..........masih 1%
Banzai
diperkirakan download akan selesai ketika liburan berakhir.
Dengan kecepatan selambat itu gw mendadak sedih. Hari yang dimulai dengan senyuman harus berakhir dengan tangisan. Gw jadi teringat sebuah kisah yang menyedihkan.
Film ini berkisah tentang anak laki-laki dan perempuan yang saling jatuh cinta. Namun suatu hari mereka harus berpisah dan menjalani hubungan jarak jauh. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja, tetapi semua berubah ketika koneksi internet mereka hanya 5 kilobytes per detik. Mereka menjadi sulit berkomunikasi dan akhirnya hilang kontak sama sekali.
Meski dipisahkan oleh jarak, meski tidak tahu orang yang dicintainya ada dimana dan sedang apa, meski bertahun-tahun berlalu semenjak perpisahan mereka, meski koneksi internet di negara mereka hanya 5 kilobyte per detik, cinta di dalam diri mereka tidak pernah puda. berharap masih ada kesempatan bagi mereka untuk bertemu kembali
.......
Setelah mengutuk internet gw yang lambat, gw pun mulai berpikir. Liburan kali ini kok rasanya lama banget. Bukannya gw gak seneng libur, tapi rasanya liburan kali ini membosankan. Selain karena leptop gw sempet masuk rumah sakit
Akhir-akhir ini gw iri dengan teman-teman gw. Samuel keliling asia tenggara. Anya yang baru pulang dari Belanda jalan-jalan ke Belitung. Ari ke Bali. Lukas ke luar jawa entah dimana. Yang lainnya ada yang ngambil SP dan ada yang ke dufan
Kemudian gw merenung dan mengorekluka masa lalu.Gw teringat pengalaman liburan gw tahun kemaren. setelah gw cek dan ricek ternyata belom gw tulis di blog ini. Akhirnya inspirasi gw mengalir tanpa henti dan karena gw gak punya hal yang lebih baik untuk dilakukan akhirnya gw berniat untuk posting
jadi, dahulu kala.....
BERSAMBUNG~
Jadi sebenernya beberapa hari setelah postingan terakhir gw, leptop gw jebol. Dari dulu emang udah ada tanda-tanda kalo ini leptop sakit sih. Kalo dinyalain setelah berapa lama panasnya bukan main. udah kayak orang kena demam berdarah. Batrenya bocor kayak orang kena inkontinensia. Layarnya terkadang kresek-kresek kayak orang kena katarak.dan masih banyak penyakit lainnya yang mungkin tidak saya ketahui.
leptop gw pun akhirnya harus dirawat dan gw memasuki masa pencobaan. hari-hari tanpa leptop itu bagaikan makan nasi tanpa piring. Masih bisa dimakan sih tapi rasanya aneh aja
Hari-hari pencobaan itu terus berlanjut. Padahal gw mau menceritakan perjalanan gw ke gunung manglayang, tetapi apa daya tanpa koneksi ke dunia maya gw hanya bisa termangu menatap awan
dan setelah leptop gw kembali (padahal gw pengennya dibeliin yang baru......), mood gw untuk menulis pun menghilang
dan sekarang ketika liburan telah berjalan beberapa lama, hasrat tak tertahan untuk posting itu kembali.
....
Semuanya berawal ketika kulit manggis lagi ngetrend. Semua orang dengan gencarnya memberitakan kabar gembira ke seluruh dunia sementara gw di rumah menjalani kehidupan yang kurang menggembirakan.
Awalnya gw bangun dari tidur dengan jam yang agak random. Kadang jam 6 pagi gw udah bangun, kadang pula pas gw bangun tau-tau udah jam 12.
Kemudian gw beranjak dari tempat tidur dan memulai hari dengan senyuman. Setelah itu sarapan pagi dan gw mulai menyalakan leptop gw yang udah sembuh dan memulai ritual penghilangan kebosanan.
Tapi apa daya karena leptop gw yang lemah, gw gak bisa maen game yang aneh-aneh. Gw memulai dengan membuka emulator NDS dan memulai petualangan di dunia pokemon.
Setelah berhasil mengalakan Gym Leader dengan curangnya, gw berhenti dan kemudian membuka emulator PSX dan memulai petualangan di dunia Breath of Fire IV. Sebuah RPG yang sekuelnya hampir sebanyak Final Fantasy.
Setelah tersesat di dunia RPG dan tak tau harus kemana lagi, gw memasang modem dan terjun ke dunia maya. Setelah browsing sekian lama gw menyadari bahwa Sword Art Online episode 3 udah keluar. Tanpa ragu gw langsung donlot.
sementara menunggu donlotan selesai, gw main osu! untuk menghilangkan kebosanan. Beberapa lama kemudian akhirnya gw kesal karena gw lemah, kemudian mengecek download progress......dan ternyataaa..........masih 1%
Banzai
diperkirakan download akan selesai ketika liburan berakhir.
Dengan kecepatan selambat itu gw mendadak sedih. Hari yang dimulai dengan senyuman harus berakhir dengan tangisan. Gw jadi teringat sebuah kisah yang menyedihkan.
Film ini berkisah tentang anak laki-laki dan perempuan yang saling jatuh cinta. Namun suatu hari mereka harus berpisah dan menjalani hubungan jarak jauh. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja, tetapi semua berubah ketika koneksi internet mereka hanya 5 kilobytes per detik. Mereka menjadi sulit berkomunikasi dan akhirnya hilang kontak sama sekali.
Meski dipisahkan oleh jarak, meski tidak tahu orang yang dicintainya ada dimana dan sedang apa, meski bertahun-tahun berlalu semenjak perpisahan mereka, meski koneksi internet di negara mereka hanya 5 kilobyte per detik, cinta di dalam diri mereka tidak pernah puda. berharap masih ada kesempatan bagi mereka untuk bertemu kembali
.......
Setelah mengutuk internet gw yang lambat, gw pun mulai berpikir. Liburan kali ini kok rasanya lama banget. Bukannya gw gak seneng libur, tapi rasanya liburan kali ini membosankan. Selain karena leptop gw sempet masuk rumah sakit
Akhir-akhir ini gw iri dengan teman-teman gw. Samuel keliling asia tenggara. Anya yang baru pulang dari Belanda jalan-jalan ke Belitung. Ari ke Bali. Lukas ke luar jawa entah dimana. Yang lainnya ada yang ngambil SP dan ada yang ke dufan
Kemudian gw merenung dan mengorek
jadi, dahulu kala.....
BERSAMBUNG~
Minggu, Mei 25, 2014
Panggilan Tengah Malam
Malam itu......Ku sendiri.....Tak ada yang menemani.....Tetapi... Tiba-tiba handphone berbunyi....
Namun karena gw males ngangkat dan udah ngantuk, gw biarin aja. Pura-pura udah tidur gitu. Pinter kan gw?
...
Akhirnya dering handphone pun berhenti. Diriku bersiap untuk memasuki alam bawah sadarku (tapi aku tidak dihipnotis lho). Namun ketika aku sedang menghitung ala Romi Rapael, handphoneku kembali berbunyi.
'berisik banget sih. gw mau tidur!!! biarin aja deh,' pikirku saat itu.
Tetapi dering itu tidak mau berhenti juga sampai tiga kali. Akhirnya aku terbangun dan melihat siapakah yang menelepon tengah malam begini?
...
ternyata kakak gue. Pasti gw mau disuruh-suruh sesuatu. win-win solution buat gw adalah membiarkannya dan kembali berpura-pura tidur.
tetapi kakak gw menelepon lagi untuk keempat kalinya. dengan rasa malas akhirnya gw angkat dengan suara kayak abis bangun tidur.
gw : haloh. apaan dah malem-malem gini?
kk : tom gue kena razia. stnk ketinggalan. jemput gue ngambil stnk di kosan dong
gw : ha?
....
karena gw udah ngantuk gw agak gak ngerti maksudnya saat itu. Kena razia? malem-malem? gak bawa stnk? minta jemput?
setelah penjelasan yang panjang sekali akhirnya gw mengerti maksudnya.
Kakak gw ketilang pas mau ngeprint sesuatu buat TA nya di sekitar Cihampelas. Tetapi ia terjaring razia, dan sialnya STNK nya tertinggal. Karena itu dia ketahan di tempat razia. Dia minta gw jemput dia di lokasi, kemudian anterin ke kosannya ngambil STNK sementara motor kk gw ditahan, kemudian balik lagi nunjukkin stnk itu ke pak polisi dan kami dapat kembali menjalani kehidupan normal.
sejujurnya gw males, tetapi gw teringat sebuah lagu. isinya kira-kira tentang harus menyayangi ayah, ibu, dan adik-kakak. Teringat lagu itu, gw pun mengambil motor gw dan melesat menuju lokasi razia.
...
Setelah menembus kegelapan malam, akhirnya sampai juga gw di lokasi razia. Gw agak heran kenapa polisi menggelar razia malem-malem. udah gitu gue gak disetopin. Mungkin karena muka gw innocent? ato karena gw pake helm yang nutupin muka gw?
gw pun mencari sosok kakak gw di lokasi razia tersebut. kemudian terlihat siluet seorang wanita yang bagai maklampir. itu pasti kakak gw.
setelah nitip motornya ama pak polisi, gw pun melaju kencang di jalan yang sepi menuju kosan kakak gw. Selama perjalanan kakak gw tak henti-hentinya memaki pak polisi sialan yang menghambat selesainya TA dia.
sekedar informasi, kakak gw adalah mahasiswa tingkat akhir jurusan desain grafis Universitas Maranatha angkatan 2008 yang belom lulus-lulus. Mukanya emang kayak anak SMP sih tapi jangan tertipu. Dia sebenarnya penyihir! di dunia nyata mana berani gw ngata-ngatain dia. kalian semua juga jangan bilang-bilang blog ini ke dia ya. gw bisa dibunuh
...
Setelah mengambil STNK dan kembali ke lokasi razia. Terjadi hal yang mencengangkan.
Semuanya menghilang.
Barikadenya.
Para Polisi.
Mobilnya.
Bapaknya.
Emaknya.
Kakeknya
Om nya
semua menghilang dari lokasi razia. hanya tersisa motor kakak gue yang terparkir dibawah sinar rembulan.
Kita pun bertanya kepada abang-abang warung rokok terdekat, ternyata para polisi itu udah selese razia dan kabur gitu aja. Kakak gw pun kembali ngomel. "KALO GITU MENDINGAN GAUSAH NAHAN GUE DAN NYURUH GUE NGAMBIL STNK!!! BUANG-BUANG WAKTU GUE AJA DASAR POLISI *&^%*!#%( *#&^!(#^( !!!!!!!! NINGGALIN MOTOR GUE GITU AJA LAGI UNTUNG MOTOR GUE GAK DICURI!!!!!!!!!!!!"
....
meskipun gw sering berantem, untuk urusan yang satu ini gw setuju dengan kakak gw. Gw merasa kehilangan kepercayaan dengan polisi. Pas gw SMA gw pernah posting tentang Polisi sebagai Tokoh Antagonis. dan itu masih belum berubah.
Gw juga pernah ketilang di Bandung oleh polisi brengsek dan lebih brengseknya lagi SIM gw kagak dikirim ke pengadilan sampe Nyokap gw datengin kantor polisinya
sekian luapan kekesalah gue dan kakak gue terhadap polisi. emang gak semua polisi itu kayak yang tertulis di blog ini, masih ada polisi yang punya hati dan mengemban tugasnya sungguh-sungguh. Tapi yang gw harapkan bukan cuma 'ada', tetapi 'semua'.
Namun karena gw males ngangkat dan udah ngantuk, gw biarin aja. Pura-pura udah tidur gitu. Pinter kan gw?
...
Akhirnya dering handphone pun berhenti. Diriku bersiap untuk memasuki alam bawah sadarku (tapi aku tidak dihipnotis lho). Namun ketika aku sedang menghitung ala Romi Rapael, handphoneku kembali berbunyi.
'berisik banget sih. gw mau tidur!!! biarin aja deh,' pikirku saat itu.
Tetapi dering itu tidak mau berhenti juga sampai tiga kali. Akhirnya aku terbangun dan melihat siapakah yang menelepon tengah malam begini?
...
ternyata kakak gue. Pasti gw mau disuruh-suruh sesuatu. win-win solution buat gw adalah membiarkannya dan kembali berpura-pura tidur.
tetapi kakak gw menelepon lagi untuk keempat kalinya. dengan rasa malas akhirnya gw angkat dengan suara kayak abis bangun tidur.
gw : haloh. apaan dah malem-malem gini?
kk : tom gue kena razia. stnk ketinggalan. jemput gue ngambil stnk di kosan dong
gw : ha?
....
karena gw udah ngantuk gw agak gak ngerti maksudnya saat itu. Kena razia? malem-malem? gak bawa stnk? minta jemput?
setelah penjelasan yang panjang sekali akhirnya gw mengerti maksudnya.
Kakak gw ketilang pas mau ngeprint sesuatu buat TA nya di sekitar Cihampelas. Tetapi ia terjaring razia, dan sialnya STNK nya tertinggal. Karena itu dia ketahan di tempat razia. Dia minta gw jemput dia di lokasi, kemudian anterin ke kosannya ngambil STNK sementara motor kk gw ditahan, kemudian balik lagi nunjukkin stnk itu ke pak polisi dan kami dapat kembali menjalani kehidupan normal.
sejujurnya gw males, tetapi gw teringat sebuah lagu. isinya kira-kira tentang harus menyayangi ayah, ibu, dan adik-kakak. Teringat lagu itu, gw pun mengambil motor gw dan melesat menuju lokasi razia.
...
Setelah menembus kegelapan malam, akhirnya sampai juga gw di lokasi razia. Gw agak heran kenapa polisi menggelar razia malem-malem. udah gitu gue gak disetopin. Mungkin karena muka gw innocent? ato karena gw pake helm yang nutupin muka gw?
gw pun mencari sosok kakak gw di lokasi razia tersebut. kemudian terlihat siluet seorang wanita yang bagai maklampir. itu pasti kakak gw.
setelah nitip motornya ama pak polisi, gw pun melaju kencang di jalan yang sepi menuju kosan kakak gw. Selama perjalanan kakak gw tak henti-hentinya memaki pak polisi sialan yang menghambat selesainya TA dia.
sekedar informasi, kakak gw adalah mahasiswa tingkat akhir jurusan desain grafis Universitas Maranatha angkatan 2008 yang belom lulus-lulus. Mukanya emang kayak anak SMP sih tapi jangan tertipu. Dia sebenarnya penyihir! di dunia nyata mana berani gw ngata-ngatain dia. kalian semua juga jangan bilang-bilang blog ini ke dia ya. gw bisa dibunuh
...
Setelah mengambil STNK dan kembali ke lokasi razia. Terjadi hal yang mencengangkan.
Semuanya menghilang.
Barikadenya.
Para Polisi.
Mobilnya.
Bapaknya.
Emaknya.
Kakeknya
Om nya
semua menghilang dari lokasi razia. hanya tersisa motor kakak gue yang terparkir dibawah sinar rembulan.
Kita pun bertanya kepada abang-abang warung rokok terdekat, ternyata para polisi itu udah selese razia dan kabur gitu aja. Kakak gw pun kembali ngomel. "KALO GITU MENDINGAN GAUSAH NAHAN GUE DAN NYURUH GUE NGAMBIL STNK!!! BUANG-BUANG WAKTU GUE AJA DASAR POLISI *&^%*!#%( *#&^!(#^( !!!!!!!! NINGGALIN MOTOR GUE GITU AJA LAGI UNTUNG MOTOR GUE GAK DICURI!!!!!!!!!!!!"
....
meskipun gw sering berantem, untuk urusan yang satu ini gw setuju dengan kakak gw. Gw merasa kehilangan kepercayaan dengan polisi. Pas gw SMA gw pernah posting tentang Polisi sebagai Tokoh Antagonis. dan itu masih belum berubah.
Gw juga pernah ketilang di Bandung oleh polisi brengsek dan lebih brengseknya lagi SIM gw kagak dikirim ke pengadilan sampe Nyokap gw datengin kantor polisinya
sekian luapan kekesalah gue dan kakak gue terhadap polisi. emang gak semua polisi itu kayak yang tertulis di blog ini, masih ada polisi yang punya hati dan mengemban tugasnya sungguh-sungguh. Tapi yang gw harapkan bukan cuma 'ada', tetapi 'semua'.
Jumat, April 18, 2014
Puntang Panting Episode 2
Ringkasan Cerita Sebelumnya:
Raung berencana pergi ke gunung puntang. Gw diketawain karena bawa ager-ager. Kita berangkat ke gunung puntang menerobos banjir. Sekarang kita sedang mulai mendaki, dan gw baru sadar postingan gw sebelumnya bisa diringkas jadi sependek ini.
jika ingin membaca episode 1 secara lengkap silahkan klik disini: Episode 1
saya sarankan sih gausah baca.
.......
Jadi kita pun mulai mendaki..........dan akhirnya sampai di puncak. tamat. terimakasih telah membaca.
mungkin gw melewatkan beberapa atau banyak bagian dari cerita ini jadi gw akan mencoba memperjelasnya.
Kita memulai pendakian dengan menentukan formasi. Firman 'The Fireman' menempati posisi pertama sebagai scouter untuk memantau medan pendakian di depan. belakang-belakangnya terserah. Sedangkan di paling belakang terdapat Robijun yang memanggul Carrier besar yang ga jelas isinya apa.
Pendakian dimulai sekitar pukul 11 dan kita akan mendaki setinggi 2000 meter lebih. Kita semua sangat bersemangat. Medan yang terjal tidak menghalangi kita untuk terus berjuang menuju puncak. itulah pelajaran yang dapat diambil dari pendakian ini. Jangan pernah menyerah sesulit apapun kehidupan yang kita jalani.
tapi kita hanyalah manusia biasa yang punya rasa lelah. kita pun harus berhenti berkali-kali untuk melepas dahaga dan regenerasi HP (Health Point). Di jalur ke puncak gunung ini emang ada beberapa daerah yang datar yang bisa digunakan untuk rehat sejenak. Tapi karena jaraknya cukup jauh kadang-kadang kita berhenti di daerah yang terjal dan berbatu...
Dalam suatu kali kesempatan beristirahat, kita semua mengeluarkan snack (makanan ringan) yang kami bawa masing-masing. Ada yang mengeluarkan wafer, malkis, kacang, ampe snack murah dalam plastik
dan gw pun mengeluarkan snack andalan gw: ager-ager OKKY JELLY
Kita semua berbagi makanan ringan yang kami bawa. Begitu semua orang mencoba jelly yang gw bawa....semua orang berkomentar 'Kok enak sih?????'
dan dalam sekejap 1 kantong Okky Jelly punya gw ludes. Terima kasih telah memakan snack saya meskipun pas cek spek sempat diketawain
dan berkat itu Cabe sang ketua Raung membuat keputusan bahwa Okky Jelly akan menjadi spek wajib dalam setiap pendakian
....
Setelah perjalanan yang panjang selama hampir 3 jam, akhirnya kita sampai di puncak Gn. Puntang!!!! Berhasil! Berhasil! Berhasil! Hore!
Kita pun menikmati pemandangan dari puncak dan foto-foto, kemudian turun lagi. Namun ketika turun gunung, hujan pun ikut turun dari langit.
Kami semua pun mengenakan ponco yang kita bawa untuk melindungi diri dari hujan. Namun jalanan menjadi licin dan berbahaya. tak jarang beberapa dari kami terpeleset ketika menuruni jalan yang curam dan koefisien gesekannya kecil akibat hujan. Bahkan Davin hampir saja jatuh ke jurang kalau saja tidak diselamatkan oleh orang dibelakangnya.
Perjalanan menjadi semakin berat karena hari sudah mulai gelap. Aku sendiri tak mengira bahwa perjalanan menuruni gunung akan lebih berat dibanding mendaki gunung. Kaki menjadi bergetar karena selalu menahan berat badan ketika turun. Tangan lelah karena harus selalu mencari pegangan agar tidak terjatuh. Kepala pusing karena Firman Gusti sempet-sempetnya maen suling.
3 jam lebih semenjak turun dari puncak, akhirnya kita sampai kembali di kaki gunung, di Pos Ikatan Persaudaraan Gunung Puntang. Kita sampai sekitar pukul setengah 7 malem. sesaat setelah matahari tenggelam, dengan pakaian yang kotor karena kepeleset terus. Untung kita gak nyasar. Kalo nyasar entah bagaimana nasib kita di tengah gunung dalam kegelapan malam....mungkin kita bakal nyari pertolongan lewat sulingnya firman.
Kita pun ngopi bareng di sebuah warung sambil ngobrol-ngobrol tentang pendakian berikutnya. Setelah itu karena hari mulai malam, kami pun pulang kembali ke ITB. untungnya jalanan gak banjir. Kalaupun banjir akan kami terjang. Karena Raung akan selalu siap meski rintangan menghadang
The End
Raung berencana pergi ke gunung puntang. Gw diketawain karena bawa ager-ager. Kita berangkat ke gunung puntang menerobos banjir. Sekarang kita sedang mulai mendaki, dan gw baru sadar postingan gw sebelumnya bisa diringkas jadi sependek ini.
jika ingin membaca episode 1 secara lengkap silahkan klik disini: Episode 1
saya sarankan sih gausah baca.
.......
Jadi kita pun mulai mendaki..........dan akhirnya sampai di puncak. tamat. terimakasih telah membaca.
Sedang melakukan yel-yel Raung
Puncak Gunung
Foto-foto di puncak (1)
Foto-foto di puncak (2)
Foto-foto di puncak (3)
mungkin gw melewatkan beberapa atau banyak bagian dari cerita ini jadi gw akan mencoba memperjelasnya.
Kita memulai pendakian dengan menentukan formasi. Firman 'The Fireman' menempati posisi pertama sebagai scouter untuk memantau medan pendakian di depan. belakang-belakangnya terserah. Sedangkan di paling belakang terdapat Robijun yang memanggul Carrier besar yang ga jelas isinya apa.
Pendakian dimulai sekitar pukul 11 dan kita akan mendaki setinggi 2000 meter lebih. Kita semua sangat bersemangat. Medan yang terjal tidak menghalangi kita untuk terus berjuang menuju puncak. itulah pelajaran yang dapat diambil dari pendakian ini. Jangan pernah menyerah sesulit apapun kehidupan yang kita jalani.
tapi kita hanyalah manusia biasa yang punya rasa lelah. kita pun harus berhenti berkali-kali untuk melepas dahaga dan regenerasi HP (Health Point). Di jalur ke puncak gunung ini emang ada beberapa daerah yang datar yang bisa digunakan untuk rehat sejenak. Tapi karena jaraknya cukup jauh kadang-kadang kita berhenti di daerah yang terjal dan berbatu...
"Wih gila men ada batu gede"
"Iya lucu banget batunya ada di tengah jalan"
"udah woy lanjut jalan masih jauh neh"
"bentar laa masih capai aku ini"
Istirahat makan siang
dan gw pun mengeluarkan snack andalan gw: ager-ager OKKY JELLY
Kita semua berbagi makanan ringan yang kami bawa. Begitu semua orang mencoba jelly yang gw bawa....semua orang berkomentar 'Kok enak sih?????'
dan dalam sekejap 1 kantong Okky Jelly punya gw ludes. Terima kasih telah memakan snack saya meskipun pas cek spek sempat diketawain
dan berkat itu Cabe sang ketua Raung membuat keputusan bahwa Okky Jelly akan menjadi spek wajib dalam setiap pendakian
....
Setelah perjalanan yang panjang selama hampir 3 jam, akhirnya kita sampai di puncak Gn. Puntang!!!! Berhasil! Berhasil! Berhasil! Hore!
Kita pun menikmati pemandangan dari puncak dan foto-foto, kemudian turun lagi. Namun ketika turun gunung, hujan pun ikut turun dari langit.
Kami semua pun mengenakan ponco yang kita bawa untuk melindungi diri dari hujan. Namun jalanan menjadi licin dan berbahaya. tak jarang beberapa dari kami terpeleset ketika menuruni jalan yang curam dan koefisien gesekannya kecil akibat hujan. Bahkan Davin hampir saja jatuh ke jurang kalau saja tidak diselamatkan oleh orang dibelakangnya.
Perjalanan menjadi semakin berat karena hari sudah mulai gelap. Aku sendiri tak mengira bahwa perjalanan menuruni gunung akan lebih berat dibanding mendaki gunung. Kaki menjadi bergetar karena selalu menahan berat badan ketika turun. Tangan lelah karena harus selalu mencari pegangan agar tidak terjatuh. Kepala pusing karena Firman Gusti sempet-sempetnya maen suling.
3 jam lebih semenjak turun dari puncak, akhirnya kita sampai kembali di kaki gunung, di Pos Ikatan Persaudaraan Gunung Puntang. Kita sampai sekitar pukul setengah 7 malem. sesaat setelah matahari tenggelam, dengan pakaian yang kotor karena kepeleset terus. Untung kita gak nyasar. Kalo nyasar entah bagaimana nasib kita di tengah gunung dalam kegelapan malam....mungkin kita bakal nyari pertolongan lewat sulingnya firman.
Kita pun ngopi bareng di sebuah warung sambil ngobrol-ngobrol tentang pendakian berikutnya. Setelah itu karena hari mulai malam, kami pun pulang kembali ke ITB. untungnya jalanan gak banjir. Kalaupun banjir akan kami terjang. Karena Raung akan selalu siap meski rintangan menghadang
The End
Selasa, Maret 25, 2014
Puntang Panting
Selamat malam sodara-sodara. Pada malam hari ini bulan tampak tertutup awan. Menurut ramalan Primbon, Itu artinya postingan kali ini akan tidak jelas. jadi sekarang saya sarankan untuk menutup browser anda sebelum terlambat, atau kalau masih mau internetan cari blog lain saja. saya beri waktu 5 kali tombol enter.
Kemudian setelah cek perlengkapan selesai, kita pun berangkat ke gunung puntang. Kita berangkat naek motor. kebetulan orang yang hadir pas sama jumlah motornya. Setelah berdebat tentang siapa yang akan membonceng orang dengan gaya berat paling besar (dan ini cukup menghabiskan waktu sodara-sodara), kita pun melesat bagaikan peluru
Dalam perjalanan, kita tak lepas dari hambatan dan rintangan yang diberikan alam. padahal masih di kota. semalem itu Bandung diguyur hujan yang amat deras. Tak pelak, salah satu jalan yang kami lewati harus tergenang banjir setinggi lutut manusia.
Terlihat di jalan tersebut beberapa kendaraan memaksakan dirinya untuk menerobos. Tak jarang pula terdapat kendaraan yang mogok dan harus ditolong warga untuk dituntun. Namun, Raung tak pernah ragu. Mengutip perkataan salah satu anggota Raung, Firman 'The FireMan' Gusti, dalam sebuah media sosial: "banjir bandang diterjang, hujan deras ditrabas, tebing tinggi didaki, demi satu tujuan pasti, RAUNG sampai mati!!! anyeeeeeeeenngggg"
Sebenernya aselinya huruf 'e' pada kata anyeeenggg lebih panjang dari itu tapi gw potong dikit karena tidak bermakna.
Demikianlah akhirnya kami menerjang jalanan yang berair tersebut.... sampai salah satu motor mogok......bukan motor gue loh. meskipun motor gue legendaris tapi masih kuat menerjang banjir *bangga*
Belom di close browsernya?
Masih keukeuh mau baca?
baiklah kalau begitu kita mulai saja. Resiko tidak ditanggung oleh pemilik blog
.....
Cerita ini bermula pada zaman dahulu kala, tepatnya pada tanggal 8 Maret 2014. Pada hari itu gw bersama RAUNG pergi untuk mendaki sebuah gunung. Gunung tersebut tak lain tak bukan adalah Gunung Puntang. Belum pernah denger? Sama gw juga baru denger ni gunung pas mau naik....
Oh iya apa sih Raung itu? Penjelasan singkatnya adalah Raung merupakan sebuah komunitas pecinta alam yang dibentuk untuk memuaskan hasrat dan nafsu anggota Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik ITB.
oh iya hasrat dan nafsu dalam paragraf diatas tidak menjurus ke hal-hal vulgar, melainkan hasrat untuk naik gunung dan semacamnya. sebenarnya saya harap kalian sudah mengerti tanpa perlu penjelasan ini tapi takutnya ada yang salah kaprah aja
Pendakian ini dimulai dengan berkumpul di depan gerbang kampus ITB pada jam 7 pagi. disana kita cek spek dan perlengkapan yang harus dibawa selama pendakian. Berikut salah satu cuplikan dialog adegan cek spek yang dilakukan oleh ketua Raung, namanya Kevin Bagus, akrab dipanggil Cabe. beneran. serius gue.
Cabe : Spek Selanjutnya, Makanan Ringan. Lo pada bawa snack apa aja? mulai dari lo A.
A : gue bawa wafer
B : Malkist
C : ....gak bawa.... beli di jalan aja nanti.. hehe
Cabe : Culas lo emang....lanjut lo D.
D : Biskuit
E : Malkist juga.
Cabe : Elo mil bawa apa? jangan-jangan ga bawa juga?
Thomas Milano : Gue.....bawa ager-ager.....
Mendadak semua orang ketawa. Sepertinya mereka baru pertama kali melihat orang mendaki gunung bawa ager-ager. lihat saja nanti mereka pasti akan menyesal !! (Padahal snack yang gue punya cuma ager-ager bermerek Oki Jelly yang gak kemakan di kosan gue...jadinya ya gw bawa itu)
Kemudian setelah cek perlengkapan selesai, kita pun berangkat ke gunung puntang. Kita berangkat naek motor. kebetulan orang yang hadir pas sama jumlah motornya. Setelah berdebat tentang siapa yang akan membonceng orang dengan gaya berat paling besar (dan ini cukup menghabiskan waktu sodara-sodara), kita pun melesat bagaikan peluru
Dalam perjalanan, kita tak lepas dari hambatan dan rintangan yang diberikan alam. padahal masih di kota. semalem itu Bandung diguyur hujan yang amat deras. Tak pelak, salah satu jalan yang kami lewati harus tergenang banjir setinggi lutut manusia.
Terlihat di jalan tersebut beberapa kendaraan memaksakan dirinya untuk menerobos. Tak jarang pula terdapat kendaraan yang mogok dan harus ditolong warga untuk dituntun. Namun, Raung tak pernah ragu. Mengutip perkataan salah satu anggota Raung, Firman 'The FireMan' Gusti, dalam sebuah media sosial: "banjir bandang diterjang, hujan deras ditrabas, tebing tinggi didaki, demi satu tujuan pasti, RAUNG sampai mati!!! anyeeeeeeeenngggg"
Sebenernya aselinya huruf 'e' pada kata anyeeenggg lebih panjang dari itu tapi gw potong dikit karena tidak bermakna.
Demikianlah akhirnya kami menerjang jalanan yang berair tersebut.... sampai salah satu motor mogok......bukan motor gue loh. meskipun motor gue legendaris tapi masih kuat menerjang banjir *bangga*
Kami menepi sejenak ke daerah dengan tingkat daratan yang lebih tinggi untuk menghindari banjir. Sementara motor yang mogok berusaha dihidupkan kembali tanpa dragon ball, kita berdebat apakah harus terus melewati rute ini atau memutar jauh menghindari banjir.
Akhirnya kita memutuskan untuk tetap melalui rute ini karena menurut hasil observasi dan wawancara beberapa meter dari lokasi kita saat ini jalanan sudah tidak terendam banjir. Setelah motor yang mogok hidup kembali, kita pun melanjutkan penerjangan sampai keluar dari area banjir.
Namun, beberapa orang telah terlanjur basah sepatunya oleh karena banjir. termasuk gue. Oleh karena itu perjalanan dilanjutkan dengan beberapa orang mengendarai motor sambil nyeker.........kalo dipikir-pikir lagi gue agak malu karena setelah itu jalanannya kering kerontang sementara gue terlihat sebagai korban banjir
....
Singkat cerita akhirnya kami sampai di kaki gunung puntang. Kami memarkir motor di Pos Ikatan Persaudaraan Gunung Puntang, dan mulai dari sini kita akan mendaki dengan kaki kita sendiri sampai ke puncak. sebelum itu kami mengeringkan sepatu dan kaos kaki dengan menaruhnya di atas knalpot motor yang memiliki temperatur sangat tinggi. kita memang kreatif sekali. Because We are Engineer... (ga ada hubungannya)
Kemudian setelah sepatu udah agak nyaman buat dipake, kami melakukan peregangan agar tubuh siap menjalani rintangan-rintangan yang terbentang di hadapan kita.
Setelah melakukan yel-yel Raung, kita pun memulai pendakian.....
- To Be Continued -
Akhirnya kita memutuskan untuk tetap melalui rute ini karena menurut hasil observasi dan wawancara beberapa meter dari lokasi kita saat ini jalanan sudah tidak terendam banjir. Setelah motor yang mogok hidup kembali, kita pun melanjutkan penerjangan sampai keluar dari area banjir.
Namun, beberapa orang telah terlanjur basah sepatunya oleh karena banjir. termasuk gue. Oleh karena itu perjalanan dilanjutkan dengan beberapa orang mengendarai motor sambil nyeker.........kalo dipikir-pikir lagi gue agak malu karena setelah itu jalanannya kering kerontang sementara gue terlihat sebagai korban banjir
....
Singkat cerita akhirnya kami sampai di kaki gunung puntang. Kami memarkir motor di Pos Ikatan Persaudaraan Gunung Puntang, dan mulai dari sini kita akan mendaki dengan kaki kita sendiri sampai ke puncak. sebelum itu kami mengeringkan sepatu dan kaos kaki dengan menaruhnya di atas knalpot motor yang memiliki temperatur sangat tinggi. kita memang kreatif sekali. Because We are Engineer... (ga ada hubungannya)
Kemudian setelah sepatu udah agak nyaman buat dipake, kami melakukan peregangan agar tubuh siap menjalani rintangan-rintangan yang terbentang di hadapan kita.
Setelah melakukan yel-yel Raung, kita pun memulai pendakian.....
- To Be Continued -
Minggu, Maret 02, 2014
Pouring Rain
Kemarin gw akhirnya punya kesempatan untuk kembali ke Bekasi karena lagi gak ada kerjaan di Bandung. Tapi akhirnya sama aja kayak mendekam di kamar kosan gw.
Hari ini gw ada janji bertemu dengan teman lama. Teman yang sudah cukup lama tidak gw temui. Tapi ketika gw sedang dalam perjalanan menuju lokasi, hujan turun ke bumi (karena tidak mungkin hujan naik ke langit..)
gw yang sedang mengendarai motor pun panik karena dalam sekejap hujan turun begitu derasnya. Apalagi hujan datang ketika di sekeliling tidak ada tempat berteduh. Sialnya gw juga ga bawa jas hujan kala itu. seluruh badan gw pun basah kuyup.
...
Selagi menunggu hujan reda, gw menyadari bahwa gw gak akan sampai tepat waktu. Kalau gw menunggu hujan reda kemudian pulang dulu untuk ganti baju, bakal lama banget dan menghabiskan energi karena jarak dari rumah gw ke lokasi cukup jauh. sementara gw jg gak mau bertemu dalam keadaan basah kuyup.
dengan berat hati gw membatalkan janji itu dan kembali ke rumah dengan kesal
gw kesal karena kejadian seperti itu sering terjadi di hidup gw.
dulu juga pernah terjadi. dua kali bahkan. ketika gw lagi pulang ke bekasi. gw berjanji untuk pergi dengan seseorang. seseorang yang gw suka. atau mungkin tidak. entahlah, terkadang gw jg merasa benci padanya. Tapi gw selalu menikmati waktu-waktu ketika kita bersama. apa itu namanya?
cinta dan benci itu seperti dua sisi keping logam. pada suatu ketika mungkin kamu merasakan cinta. tapi karena suatu guncangan koin itu dapat terbalik. tapi bisa saja koin tersebut gw balik lagi karena lebih suka sisi satunya ato kebalik sendiri karna guncangan lainnya. dan gw sangat sok tau padahal gw bukan psikolog..
...
sebenernya gw gak benci sama hujan. bahkan mungkin gw suka hujan. i love walking in the rain, because nobody could see me crying (itu salah satu quote yang paling gw inget...)
tapi kalo keadaannya kayak gini...quotes nya bakal berubah jadi 'I hate riding motorcycle in the rain because i will get wet and cold and then goddamit i will crying for real if it's not stopping in a minute' -T.M.S-
gw emang gak bisa nyalahin hujan sepenuhnya. gw baru kepikiran kenapa gw gak naek bus aja tadi-_- intinya hujan memang bisa menjadi berkah, namun bisa juga menjadi bencana kalo gak berenti-berenti.
...
sebenernya gw gak benci sama hujan. bahkan mungkin gw suka hujan. i love walking in the rain, because nobody could see me crying (itu salah satu quote yang paling gw inget...)
tapi kalo keadaannya kayak gini...quotes nya bakal berubah jadi 'I hate riding motorcycle in the rain because i will get wet and cold and then goddamit i will crying for real if it's not stopping in a minute' -T.M.S-
gw emang gak bisa nyalahin hujan sepenuhnya. gw baru kepikiran kenapa gw gak naek bus aja tadi-_- intinya hujan memang bisa menjadi berkah, namun bisa juga menjadi bencana kalo gak berenti-berenti.
Mungkin bukan hujan di cakrawala
Tapi hujan di hati ini yang tak kunjung berhenti
Yang menantikan datangnya matahari
Yang merindukan kehangatan
Yang Mendambakan indahnya pelangi
Bertahan dalam dinginnya
hari-hari yang dijalani
sampai saat ini
Rabu, Februari 26, 2014
7Eleven
Hai semuanya bagaimana kabar kalian disana? aku disini baik-baik saja....*surat jadul mode*
Sebenernya gw disini dibilang baik-baik saja engga, tapi gak baik juga gak juga (pusing sendiri gw jadinya) cuman rasanya hidup gw sekarang jadi kurang berwarna. Sekarang gw kuliah dengan tema Seven-Eleven. Masuk jam 7, pulang jam 11. pagi. tiap hari. abis itu gak tau mau ngapain.
gw merasa kembali ke zaman ketika awal-awal gw masuk SD. masuk jam 7 dan pulang jam 11. biasanya abis pulang sekolah gw muter-muter naek sepeda keliling kecamatan (ampe dicariin mbak gw..) ato maen bola ama anak-anak tetangga.
Tapi! sekarang keadaannya berbeda. Gw mau keliling-keliling naek sepeda tapi di bandung tuh jalannya naik turun dan tanjakkannya naujubilah tinggi banget. udah gitu daerah sini banyak jalan gedenya, salah-salah nanti gw kelindes bis Damri
mau maen bola juga sekarang gak ada tanah lapang kosong yang bisa dipake. kalo mau maen bola (ato futsal..) harus bayar lapangan. Kalopun ada tanah kosong pasti akan aneh jadinya kalo orang melihat mahasiswa ITB maen bola disana dengan gawang dari sendal jepit. Gw yakin besoknya jadi Headline koran K0mpas. (tag: Sebastianus Endi Riza Putra). Kira-kira judul headlinenya bakal begini:
Sebenernya gw disini dibilang baik-baik saja engga, tapi gak baik juga gak juga (pusing sendiri gw jadinya) cuman rasanya hidup gw sekarang jadi kurang berwarna. Sekarang gw kuliah dengan tema Seven-Eleven. Masuk jam 7, pulang jam 11. pagi. tiap hari. abis itu gak tau mau ngapain.
gw merasa kembali ke zaman ketika awal-awal gw masuk SD. masuk jam 7 dan pulang jam 11. biasanya abis pulang sekolah gw muter-muter naek sepeda keliling kecamatan (ampe dicariin mbak gw..) ato maen bola ama anak-anak tetangga.
Tapi! sekarang keadaannya berbeda. Gw mau keliling-keliling naek sepeda tapi di bandung tuh jalannya naik turun dan tanjakkannya naujubilah tinggi banget. udah gitu daerah sini banyak jalan gedenya, salah-salah nanti gw kelindes bis Damri
mau maen bola juga sekarang gak ada tanah lapang kosong yang bisa dipake. kalo mau maen bola (ato futsal..) harus bayar lapangan. Kalopun ada tanah kosong pasti akan aneh jadinya kalo orang melihat mahasiswa ITB maen bola disana dengan gawang dari sendal jepit. Gw yakin besoknya jadi Headline koran K0mpas. (tag: Sebastianus Endi Riza Putra). Kira-kira judul headlinenya bakal begini:
MAHASISWA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI BANDUNG BACOK-BACOKAN KARENA TIDAK TERIMA DENGAN KEPUTUSAN WASIT BAHWA BOLA MENGENAI TIANG DALAM DAN DINYATAKAN GOL SAAT BERMAIN BOLA DI TANAH KOSONG DENGAN GAWANG DARI SENDAL
.....
pasti bakal jadi berita yang menggemparkan. meskipun rasanya judulnya panjang banget
jadi intinya sekarang gw sedang dalam kebingungan karena bahan nulis blog tak sebanyak zaman dahulu kala. padahal waktu kosong gw lumayan banyak (meskipun tugasnya juga banyak). pengunjung pun rasanya semakin sepi, tidak tepat sasaran, dan sedikit sekali feedback. jadi ada beberapa opsi yang gw pikirin untuk masa depan blog ini:
1. menutup blog ini
2. tetap melanjutkan blog ini meski postingannya jarang-jarang
3. mengubah blog ini menjadi blog fisika
4. mengubah blog ini menjadi blog yang mengulas politik dan ham
5. mengubah blog ini menjadi blog yang puitis dan romantis
6. mengubah blog ini menjadi blog buat orang galau
7. mengubah blog ini menjadi blog yang berisi resep makanan khas venezuela
8. mengubah blog ini menjadi blog yang lebih 'dewasa'
9. mengubah blog ini menjadi batu (ceritanya blog ini durhaka kayak malin kundang)
yang mana yang akan terjadi? kita lihat beberapa saat lagi.
Rabu, Januari 29, 2014
2014
Karena ini adalah postingan pertama gw di tahun 2014, maka gw mengucapkan selamat tahun baru kepada yang merayakan. Gw yakin kalian semua merayakan tahun baru dengan cara masing-masing. mungkin dengan menonton kembang api atau merayakannya dalam mimpi.
Gw sendiri merayakan tahun baru dengan cara yang unik, yaitu njeblosin ban mobil ke selokan pada pukul 2 pagi. Setelah 2 jam berkutat dengan mobil tersebut sampai membangunkan para tetangga, akhirnya ban mobil gw bisa kembali ke jalan yang benar.
ceritanya waktu itu nyokap gw lagi di luar kota, terus baru pulang pas tahun baru, dan gw disuruh jemput di stasiun. katanya keretanya nyampe jam 12 malem, taunya nyampe jam 2 dan gw udah ngantuk banget pengen tidur.
setelah berhasil njemput nyokap, gw bermaksud markirin mobil, namun karena satu dan lain hal, si mobil ini gak mau nurut ama gw dan akhirnya njeblos ke selokan.
setelah dipikir-pikir, makhluk kayak gw masih bangun jam 2 pagi aja udah keajaiban, tapi malah disuruh jemput nyokap ke stasiun. alhasil kejadian diatas pun tak terelakkan......
btw, gw jadi inget timor kalengnya si Samuel Anugerah Panjaitan. Apa kabar ya tu mobil? udah jadi kaleng sarden kayaknya..
mungkin kejadian tahun baru itu terjadi karena pada zaman dahulu kala gw belajar nyetir mobil pake timor kaleng itu. Padahal gw udah memutuskan ikatan gw dengan mobil tersebut, tapi kenapa dia masih menghantui gw sampai sekarang???????
*manggil cenayang buat ngusir roh timor kaleng*
....
Sekarang mari kita lupakan masa lalu. gw sampai paragraf ini semua udah lupa ama kejadian tahun baru yg gw alami diatas. oke? lagipula sekarang juga udah mau february.
tanpa disadari libur gw juga telah berakhir. sekarang gw kembali memasuki jalan berat yang merupakan turunan tajam orde dua, bergelombang cosinus, penuh duri dan bilangan imajiner dengan rambu-rambu dan lambang yang menyesatkan.
agak kesel juga sih dikala gw libur, temen-temen gw belom libur. dan ketika mereka libur, gw udah masuk lagi.....
sekian dulu deh postingan pertama gw di tahun 2014 ini. semoga di tahun ini gw bisa lebih sering posting dan postingan gw jadi lebih bermanfaat....amin.....
Bandung, 29 Januari 2014
Gw sendiri merayakan tahun baru dengan cara yang unik, yaitu njeblosin ban mobil ke selokan pada pukul 2 pagi. Setelah 2 jam berkutat dengan mobil tersebut sampai membangunkan para tetangga, akhirnya ban mobil gw bisa kembali ke jalan yang benar.
ceritanya waktu itu nyokap gw lagi di luar kota, terus baru pulang pas tahun baru, dan gw disuruh jemput di stasiun. katanya keretanya nyampe jam 12 malem, taunya nyampe jam 2 dan gw udah ngantuk banget pengen tidur.
setelah berhasil njemput nyokap, gw bermaksud markirin mobil, namun karena satu dan lain hal, si mobil ini gak mau nurut ama gw dan akhirnya njeblos ke selokan.
setelah dipikir-pikir, makhluk kayak gw masih bangun jam 2 pagi aja udah keajaiban, tapi malah disuruh jemput nyokap ke stasiun. alhasil kejadian diatas pun tak terelakkan......
btw, gw jadi inget timor kalengnya si Samuel Anugerah Panjaitan. Apa kabar ya tu mobil? udah jadi kaleng sarden kayaknya..
mungkin kejadian tahun baru itu terjadi karena pada zaman dahulu kala gw belajar nyetir mobil pake timor kaleng itu. Padahal gw udah memutuskan ikatan gw dengan mobil tersebut, tapi kenapa dia masih menghantui gw sampai sekarang???????
*manggil cenayang buat ngusir roh timor kaleng*
....
Sekarang mari kita lupakan masa lalu. gw sampai paragraf ini semua udah lupa ama kejadian tahun baru yg gw alami diatas. oke? lagipula sekarang juga udah mau february.
tanpa disadari libur gw juga telah berakhir. sekarang gw kembali memasuki jalan berat yang merupakan turunan tajam orde dua, bergelombang cosinus, penuh duri dan bilangan imajiner dengan rambu-rambu dan lambang yang menyesatkan.
agak kesel juga sih dikala gw libur, temen-temen gw belom libur. dan ketika mereka libur, gw udah masuk lagi.....
sekian dulu deh postingan pertama gw di tahun 2014 ini. semoga di tahun ini gw bisa lebih sering posting dan postingan gw jadi lebih bermanfaat....amin.....
Bandung, 29 Januari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)










