Selasa, Juli 29, 2014

Long Long Holiday (3)

Untuk mereview postingan sebelumnya, ada baiknya kita menyanyikan lagu yang satu ini:




KERETA MALAM
oleh:  Evie Tamala
komentator: Thomas Milano

Pernah sekali, aku pergi
dari Jakarta, ke Surabaya (dalam kasus gw harusnya ke Yogyakarta)
Untuk menengok nenek disana (kalo gue sih untuk nengok temen)
Mengendarai kereta malam (Ebuset, ini lagu yang nyiptain masinisnya ya?)

Jugejakgejukgejakgejuk
Kereta berangkat
Jugejakgejukgejakgejuk
Hatiku gembiraaaa
 (yeeeeeyyyy)

Kebetulan malam itu (bukan rekayasa!!)
Cuacanya terang bulan (tetep aja diluar pasti gelap)
Ku melihat kiri kanan (banyak pohon cemaraa..aa..aa..)
Oh indahnya pemandangan (indah apanya diluar gelap gitu...)

Sayang tak lama, kantukku datang (apa? lo masinisnya kan???)
Hingga tertidur lelap sekaliiii.... 
 (PAKK BANGUN PAKK KERETANYA BISA NYUNGSEPPP!!!!)


Wahai ketika aku terbangun
Rupanya hari pun sudah pagi
Hingga tiada aku sadari
Aku tlah tiba di Surabayaa (Harusnya dah nyampe prapatan surga-neraka lo...)






Ya, jadi kereta yang ditumpangi Gw, Riza, Uga, dan Ryan akhirnya berangkat menuju tujuan akhir Yogyakarta. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya kita berpikir mau ngapain kita di Jogja?????? Kami memang orang-orang yang kritis.

Kami pun akhirnya lelah setelah mengobrol panjang lebar. Untuk urusan mau ngapain kita di Jogja, akhirnya terselesaikan dengan keputusan 'nanti aja dipikir kalo udah nyampe sana'. kami pun tertidur. Gw yang duluan tidur


dan gw yang duluan bangun. di luar gelap sekali. sampai-sampai wajah diriku yang rupawan terpantul di kaca jendela. beberapa saat kemudian kacanya nyaris pecah kalau saja gw gak segera memalingkan muka

Kereta terus melaju dengan bunyi jukgejakgejuk hingga akhirnya sampai ke Stasiun Tugu Yogyakarta dimana banyak penumpang turun. Sementara kita bakalan turun di Stasiun Lempuyangan.

Begitu tiba di stasiun Lempuyangan kami segera dijemput oleh teman kami yang baik hati mau membiarkan rumahnya dipakai untuk tempat kami menginap, Alfonsus Arianto Wibowo. Konon, begitu rumahnya didatengin temen-temennya, rumahnya berubah status dari berantakan menjadi berantakan sekali.

Setelah sampai di rumah Ari tercinta, kami pun segera melanjutkan tidur kami. Tetapi disana sudah ada 2 orang manusia yang tertidur lelap, yakni Eky dan Sandy.

Eky adalah penghuni tetap rumah Ari, sedangkan Sandy entah kenapa lagi ada disana. Manusia yang tingginya hampir 150 cm ini diperkirakan kekurangan hormon somatotropin. Pasalnya sodara-sodara Sandy yang lain menjulang semua.

tanpa memedulikan 2 orang tadi, kami pun tidur lagi.



...
Wahai ketika kami terbangun, hari pun sudah siang. Kemudian atas usul tuan rumah kami pun memutuskan untuk pergi ke suatu pantai yang bernama POK NUNGGAL. yak itu pantai mana lagi gw gak tau dan kedengerannya kayak negara asal Cristiano Ronaldo

Untuk meramaikan suasana, kami mengajak teman yang juga harusnya kuliah di Jogja, yaitu Tara. gw bilang 'harusnya' karena mantan seminaris ini sebenernya udah gak jelas lagi kuliah ato kaga.

setelah Tara datang, kami pun segera berangkat menuju Pantai Pok Nunggal. dan setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya kita sampai,diiringi dengan datangnya hujan...

untung hujannya tidak begitu lama sehingga kita bisa segera berlari-lari dengan riang gembira dipantai, seandainya seseorang tidak nginjek bulu babi secara tidak sengaja.

ilustrasi lari-lari di pantai. Aselinya gak kayak gini kok


kemudian kami melihat ada tebing yang cukup tinggi di tepi pantai, dan seseorang dengan baik hati telah membuatkan jalan ke puncak tebing itu. akhirnya kami memutuskan untuk mendaki tebing tersebut untuk melihat pemandangan indah dari atas sana.

Namun lagi-lagi, seseorang menggunakan atribut yang salah. Tara yang datang menggunakan sandal terkenal Swallow, berkali-kali terpeleset dan nyaris jatuh dari tebing. Dia harus bersyukur karena masih bisa hidup dan kuliah sampai sekarang....

Kami pun sampai di puncak tebing dan menikmati semilir angin pantai yang menyejukkan, dihiasi panorama pantai di sore hari yang indah.

tanpa terasa waktu terus berlalu tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan (eh?). ehm, Matahari pun mulai tenggelam dan kami pun segera kembali ke kediaman Ari.


...
Hari pun mulai malam dan kami mulai lapar. rasa-rasanya seharian ini belom makan deh. Oleh karena itu kami segera pergi untuk makan makanan favorit anda dan saya, Nasi Goreng B2!

Kami pun juga berbagi kebahagian dengan mengajak 2 teman kita untuk makan bersama, yaitu Nata dan Vian.

Nata pernah ikut juga dalam petualangan gw ke jogja sebelum ini, sedangkan Vian baru kali ini muncul. Orang ini dulu pernah main drama jadi Pastor dan semua orang melayangkan protes keras karena tidak sesuai dengan sifat aselinya. Ujung-ujungnya sih semua ketawa karena Vian mengucapkan dialog-dialog religius yang mungkin hanya akan diucapkannya saat itu saja

tampaknya Vian dan Tara sangat berteman baik. terbukti kalo mereka udah ngobrol, tiba-tiba mereka bakalan ketawa dan yang lain tetep terbengong-bengong. dan untuk menghormati mereka berdua akhirnya ikutan ketawa

Kebersamaan ini akhirnya harus berakhir kala sang waktu terus bergulir, sementara energi yang kami miliki terbatas. Kami pun kembali ke kosan masing-masing (dan beberapa orang ke rumah Ari), beristirahat untuk kembali beraktifitas esok hari.



~bersambung again~

Tidak ada komentar: