Jumat, April 18, 2014

Puntang Panting Episode 2

Ringkasan Cerita Sebelumnya:

Raung berencana pergi ke gunung puntang. Gw diketawain karena bawa ager-ager. Kita berangkat ke gunung puntang menerobos banjir.  Sekarang kita sedang mulai mendaki, dan gw baru sadar postingan gw sebelumnya bisa diringkas jadi sependek ini.

jika ingin membaca episode 1 secara lengkap silahkan klik disini:  Episode 1
saya sarankan sih gausah baca.




.......
Jadi kita pun mulai mendaki..........dan akhirnya sampai di puncak. tamat. terimakasih telah membaca.



Sedang melakukan yel-yel Raung


Puncak Gunung


Foto-foto di puncak (1)


Foto-foto di puncak (2)



Foto-foto di puncak (3)


mungkin gw melewatkan beberapa atau banyak bagian dari cerita ini jadi gw akan mencoba memperjelasnya.

Kita memulai pendakian dengan menentukan formasi. Firman 'The Fireman' menempati posisi pertama sebagai scouter untuk memantau medan pendakian di depan. belakang-belakangnya terserah. Sedangkan di paling belakang terdapat Robijun yang memanggul Carrier besar yang ga jelas isinya apa.

Pendakian dimulai sekitar pukul 11 dan kita akan mendaki setinggi 2000 meter lebih. Kita semua sangat bersemangat. Medan yang terjal tidak menghalangi kita untuk terus berjuang menuju puncak. itulah pelajaran yang dapat diambil dari pendakian ini. Jangan pernah menyerah sesulit apapun kehidupan yang kita jalani.

tapi kita hanyalah manusia biasa yang punya rasa lelah. kita pun harus berhenti berkali-kali untuk melepas dahaga dan regenerasi HP (Health Point). Di jalur ke puncak gunung ini emang ada beberapa daerah yang datar yang bisa digunakan untuk rehat sejenak. Tapi karena jaraknya cukup jauh kadang-kadang kita berhenti di daerah yang terjal dan berbatu...



"Wih gila men ada batu gede"
"Iya lucu banget batunya ada di tengah jalan"
"udah woy lanjut jalan masih jauh neh"
"bentar laa masih capai aku ini"



Istirahat makan siang


Dalam suatu kali kesempatan beristirahat, kita semua mengeluarkan snack (makanan ringan) yang kami bawa masing-masing. Ada yang mengeluarkan wafer, malkis, kacang, ampe snack murah dalam plastik

dan gw pun mengeluarkan snack andalan gw: ager-ager OKKY JELLY



Kita semua berbagi makanan ringan yang kami bawa. Begitu semua orang mencoba jelly yang gw bawa....semua orang berkomentar 'Kok enak sih?????'

dan dalam sekejap 1 kantong Okky Jelly punya gw ludes. Terima kasih telah memakan snack saya meskipun pas cek spek sempat diketawain

dan berkat itu Cabe sang ketua Raung membuat keputusan bahwa Okky Jelly akan menjadi spek wajib dalam setiap pendakian


....
Setelah perjalanan yang panjang selama hampir 3 jam, akhirnya kita sampai di puncak Gn. Puntang!!!! Berhasil! Berhasil! Berhasil! Hore!

Kita pun menikmati pemandangan dari puncak dan foto-foto, kemudian turun lagi. Namun ketika turun gunung, hujan pun ikut turun dari langit.

Kami semua pun mengenakan ponco yang kita bawa untuk melindungi diri dari hujan. Namun jalanan menjadi licin dan berbahaya. tak jarang beberapa dari kami terpeleset ketika menuruni jalan yang curam dan koefisien gesekannya kecil akibat hujan. Bahkan Davin hampir saja jatuh ke jurang kalau saja tidak diselamatkan oleh orang dibelakangnya.

Perjalanan menjadi semakin berat karena hari sudah mulai gelap. Aku sendiri tak mengira bahwa perjalanan menuruni gunung akan lebih berat dibanding mendaki gunung. Kaki menjadi bergetar karena selalu menahan berat badan ketika turun. Tangan lelah karena harus selalu mencari pegangan agar tidak terjatuh. Kepala pusing karena Firman Gusti sempet-sempetnya maen suling.


3 jam lebih semenjak turun dari puncak, akhirnya kita sampai kembali di kaki gunung, di Pos Ikatan Persaudaraan Gunung Puntang. Kita sampai sekitar pukul setengah 7 malem. sesaat setelah matahari tenggelam, dengan pakaian yang kotor karena kepeleset terus. Untung kita gak nyasar. Kalo nyasar entah bagaimana nasib kita di tengah gunung dalam kegelapan malam....mungkin kita bakal nyari pertolongan lewat sulingnya firman.

Kita pun ngopi bareng di sebuah warung sambil ngobrol-ngobrol tentang pendakian berikutnya. Setelah itu karena hari mulai malam, kami pun pulang kembali ke ITB. untungnya jalanan gak banjir. Kalaupun banjir akan kami terjang. Karena Raung akan selalu siap meski rintangan menghadang



The End

Tidak ada komentar: