Tahun lalu liburan gak berasa lama banget seperti tahun ini. Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena adanya diklat terpusat oskm. Awalnya gw merasa males banget ngikutin nih diklat tapi ternyata gw masuk kelompok yang aneh tiada duanya. Mungkin kelompok diklat ini adalah kelompok ter-absurd yang pernah gw masuki seumur hidup gw.
Awalnya gw merasa terpaksa mengikuti diklat ini karena pihak Teknik Fisika mewajibkan untuk ikut. Mula-mula sama pendiklatnya kita disuruh bikin kelompok, 1 kelompok maksimal 24 orang kalo gak salah, dan kalo bisa harus ada orang dari setiap fakultas.
Kemudian gw pun berpikir dengan selownya, 'Yah kelompok mana aja boleh lah yang penting ikut kan. siapa aja booking gw cepetan! Siapa cepat dia dapat! Buruan sebelum kehabisan!'
Ternyata orang yang beruntung mendapatkan gw adalah Gregorius Darmawan. Sial. Dia Cowo. Mahasiswa Sekolah Farmasi ini kebetulan mencari orang dari FTI untuk masuk kelompoknya dan kebetulan pula dia bertemu gw dan kebetulan pula gw FTI dan kebetulan pula gw belom dapet kelompok. Jadi semua ini terjadi karena kebetulan semata sodara-sodara. Ini bukan rekayasa ataupun kecurangan!! Pemilu 2014 Sah!!
Setelah berhasil mendapatkan kelompok, gw pun beristirahat sejenak menunggu Grego dan kawan-kawan berhasil melengkapi kuota kelompok. Diklatnya bakalan dimulai minggu depan dan dalam batas waktu itu kelompok harus udah kebentuk.
Di saat yang sama gw mendapat tawaran untuk pergi ke Yogakarta dari salah seorang teman yang bernama Sebastianus Endi Riza Putra, seorang mahasiswa Teknik Sipil Unpar. Mantan anggota tim voli Gonzaga. Bapaknya redaktur pelaksana kompas. Adeknya sekolah di Santa Ursula. Rumahnya di Kebon Jeruk. Kampungnya di Muntilan. Internet di rumahnya ngebut bhukan mainh.
Namun yang menjadi masalah adalah tanggal perjalanannya. Ternyata bertepatan dengan dimulainya diklat!!
Gw pun menjadi pusing. Kepala nyut-nyutan. Badan menggigil. Jantung berdebar-debar. Nafas tersengal-sengal. gw harus membuat keputusan krusial yang membuat gw seperti orang terkena Aterosklerosis.
Setelah lelah berpikir selama 3 detik gw pun memutuskan untuk ikut pergi ke Yogyakarta. Persetan dengan diklat.
Untuk mengatasi masalah absensi, gw memberitahu Grego kalau gw gak bisa ikut minggu pertama diklat, dan untuk meyakinkan pendiklat, gw mengirim email berisi surat izin tidak bisa menghadiri diklat minggu pertama.
Setelah membereskan masalah diklat, memesan tiket, packing, dan boker, gw siap pergi ke Yogyakarta.
....
Tanpa disadari hari yang dinantikan telah tiba. Gw berencan pergi ke Jogja bersama 3 orang teman, yaitu Riza yang tadi udah gw deskripsiin, kemudian ada Uga dan Ryan.
Uga dan Ryan juga merupakan mahasiswa Universitas Parahyangan seperti riza. Cuma beda jurusan aja. Uga di Teknik Industri, sedangkan Ryan jurusan Matematika yang kemudian entah mengapa pindah haluan dan masuk Fakultas Hukum. Gw juga gak ngerti kenapa dia pindah jurusan dan apa hubungannya matematika ama hukum selain buat ngitung uang cerai.
Kami akan berangkat pada sore hari, tapi gw dengan niat jahat udah datengin rumah riza dari pagi pengen merasakan cepatnya internet di rumah riza buat download berbagai film, kemudian ketika sore menjelang kami pun pergi ke stasiun senen menanti kedatangan teman-teman kami yang lain.
dan dengan begini motor gw resmi bakalan nginep di rumah riza selama 4 hari. Untung sopirnya riza sangat baik hati berjanji bakalan manasin motor gw selama kami pergi.
dengan secepat kilat kami sampai di stasiun Pasar Senen. Kita berdua nunggu Uga dan Ryan bagai Sang malam menunggu Matahari terbit. Entah mereka yang lama banget ato kita yang kecepetan.
setelah menunggu bermenit-menit akhirnya mereke muncul out of nowhere. Mula mula nampak sebuah gumpalan yang meliuk-liuk bagai ijuk di ufuk timur. Bukan, itu bukan matahari. Matahari gak meliuk-liuk. Itu jelas rambutnya Uga yang kribo. Meskipun rambutnya gak selebat dulu tapi masih jelas itu rambutnya Uga.
beberapa saat kemudian dari ufuk barat nampak tiang listrik entah dari mana berjalan mendekat. Setelah cukup dekat barulah kami sadar itu bukan Tiang Listrik biasa, melainkan Ryan!! Saking tingginya ini orang kalo dari jauh gak bisa dibedain ama tiang listrik.
Setelah semua tim lengkap kami pun bersiap-siap untuk melakukan perjalanan. Tiket udah ditangan, cemilan udah dibeli, hajat udah dikeluarin, kami pun masuk ke dalam dan menantikan kereta untuk berangkat.
tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18.30. kereta pun mulai melaju dan petualangan gw di Yogya pun dimulai kembali....
Bersambung lagi.....
[entah kenapa gw seneng banget bikin cerita bersambung]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar