Selasa, Maret 25, 2014

Puntang Panting

Selamat malam sodara-sodara. Pada malam hari ini bulan tampak tertutup awan. Menurut ramalan Primbon, Itu artinya postingan kali ini akan tidak jelas. jadi sekarang saya sarankan untuk menutup browser anda sebelum terlambat, atau kalau masih mau internetan cari blog lain saja. saya beri waktu 5 kali tombol enter.





Belom di close browsernya? 
Masih keukeuh mau baca? 

baiklah kalau begitu kita mulai saja. Resiko tidak ditanggung oleh pemilik blog


.....
Cerita ini bermula pada zaman dahulu kala, tepatnya pada tanggal 8 Maret 2014. Pada hari itu gw bersama RAUNG pergi untuk mendaki sebuah gunung. Gunung tersebut tak lain tak bukan adalah Gunung Puntang. Belum pernah denger? Sama gw juga baru denger ni gunung pas mau naik....

Oh iya apa sih Raung itu? Penjelasan singkatnya adalah Raung merupakan sebuah komunitas pecinta alam yang dibentuk untuk memuaskan hasrat dan nafsu anggota Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik ITB. 

oh iya hasrat dan nafsu dalam paragraf diatas tidak menjurus ke hal-hal vulgar, melainkan hasrat untuk naik gunung dan semacamnya. sebenarnya saya harap kalian sudah mengerti tanpa perlu penjelasan ini tapi takutnya ada yang salah kaprah aja

Pendakian ini dimulai dengan berkumpul di depan gerbang kampus ITB pada jam 7 pagi. disana kita cek spek dan perlengkapan yang harus dibawa selama pendakian. Berikut salah satu cuplikan dialog adegan cek spek yang dilakukan oleh ketua Raung, namanya Kevin Bagus, akrab dipanggil Cabe. beneran. serius gue.

Cabe : Spek Selanjutnya, Makanan Ringan. Lo pada bawa snack apa aja? mulai dari lo A.
A : gue bawa wafer
B : Malkist
C : ....gak bawa.... beli di jalan aja nanti.. hehe
Cabe : Culas lo emang....lanjut lo D. 
D : Biskuit
E : Malkist juga.
Cabe : Elo mil bawa apa? jangan-jangan ga bawa juga?
Thomas Milano :  Gue.....bawa ager-ager.....

Mendadak semua orang ketawa. Sepertinya mereka baru pertama kali melihat orang mendaki gunung bawa ager-ager. lihat saja nanti mereka pasti akan menyesal !! (Padahal snack yang gue punya cuma ager-ager bermerek Oki Jelly yang gak kemakan di kosan gue...jadinya ya gw bawa itu)


Kemudian setelah cek perlengkapan selesai, kita pun berangkat ke gunung puntang. Kita berangkat naek motor. kebetulan orang yang hadir pas sama jumlah motornya. Setelah berdebat tentang siapa yang akan membonceng orang dengan gaya berat paling besar (dan ini cukup menghabiskan waktu sodara-sodara), kita pun melesat bagaikan peluru

Dalam perjalanan, kita tak lepas dari hambatan dan rintangan yang diberikan alam. padahal masih di kota. semalem itu Bandung diguyur hujan yang amat deras. Tak pelak, salah satu jalan yang kami lewati harus tergenang banjir setinggi lutut manusia.

Terlihat di jalan tersebut beberapa kendaraan memaksakan dirinya untuk menerobos. Tak jarang pula terdapat kendaraan yang mogok dan harus ditolong warga untuk dituntun. Namun, Raung tak pernah ragu. Mengutip perkataan salah satu anggota Raung, Firman 'The FireMan' Gusti, dalam sebuah media sosial: "banjir bandang diterjang, hujan deras ditrabas, tebing tinggi didaki, demi satu tujuan pasti, RAUNG sampai mati!!! anyeeeeeeeenngggg"

Sebenernya aselinya huruf 'e' pada kata anyeeenggg lebih panjang dari itu tapi gw potong dikit karena tidak bermakna.


Demikianlah akhirnya kami menerjang jalanan yang berair tersebut.... sampai salah satu motor mogok......bukan motor gue loh. meskipun motor gue legendaris tapi masih kuat menerjang banjir *bangga*

Kami menepi sejenak ke daerah dengan tingkat daratan yang lebih tinggi untuk menghindari banjir. Sementara motor yang mogok berusaha dihidupkan kembali tanpa dragon ball, kita berdebat apakah harus terus melewati rute ini atau memutar jauh menghindari banjir.

Akhirnya kita memutuskan untuk tetap melalui rute ini karena menurut hasil observasi dan wawancara beberapa meter dari lokasi kita saat ini jalanan sudah tidak terendam banjir. Setelah motor yang mogok hidup kembali, kita pun melanjutkan penerjangan sampai keluar dari area banjir.

Namun, beberapa orang telah terlanjur basah sepatunya oleh karena banjir. termasuk gue. Oleh karena itu perjalanan dilanjutkan dengan beberapa orang mengendarai motor sambil nyeker.........kalo dipikir-pikir lagi gue agak malu karena setelah itu jalanannya kering kerontang sementara gue terlihat sebagai korban banjir


....
Singkat cerita akhirnya kami sampai di kaki gunung puntang. Kami memarkir motor di Pos Ikatan Persaudaraan Gunung Puntang, dan mulai dari sini kita akan mendaki dengan kaki kita sendiri sampai ke puncak. sebelum itu kami mengeringkan sepatu dan kaos kaki dengan menaruhnya di atas knalpot motor yang memiliki temperatur sangat tinggi. kita memang kreatif sekali. Because We are Engineer... (ga ada hubungannya)


Kemudian setelah sepatu udah agak nyaman buat dipake, kami melakukan peregangan agar tubuh siap menjalani rintangan-rintangan yang terbentang di hadapan kita.

Setelah melakukan yel-yel Raung, kita pun memulai pendakian.....




- To Be Continued -


3 komentar:

Nan mengatakan...

Nggak nyangka Thomas ke alam lagi. Sejak kejadian pulau seribu, gitu.

Di Puntang jangan bilang camping di dekat reruntuhan sama gua tea... camping ground yang dekat sama kantin.

Thomas Milano mengatakan...

haha engga camping kok cuma naek sampe puncak trus turun lagi.

iya sebenarnya aku lebih suka gunung daripada laut makanya pas ke pulau seribu aku lebih sering ngomel2 haha

Nan mengatakan...

Tahu tidak? Sejak dapat mata kuliah PRD aku ketawa setiap kata ENGINEER dibawa -bawa

Dibandingkan kalkulus fis kim aku paling nggak ngeh yang ini coba :v

'because we are engineer'... ngakak