Seperti biasa, pagi ini di yogyakarta cuaca cerah. Suhu 26-27 derajat Celcius. Kelembaban 75%. Tekanan udara 692 mmHg. dengan ketidakpastian kurang lebih 90% karena diukur menggunakan perasaan. maka dari itu jangan percaya data diatas. percayalah pada Tuhan!! Percayalahh!!! (tiba-tiba kotbah)
ehm, jadi pagi hari ini dimulai dengan menjadi model fotonya Eky. Anak institut seni ini ada tugas yang harus diselesaikan, namun karena keterbatasan manusia, Gw, Ari ama Sam dipaksa jadi modelnya. jangan salahin kami kalau dosennya sakit mata ngeliat muka kami, ato gak dikasih nilai ama dosennya karena modelnya jelek.
satu ketakutan gw, foto-foto kita bakalan dikirim ama eky ke majalah National Geographic sambil ngaku-ngaku ini foto spesies manusia yang diduga udah punah: Homo Samiens, Homo Thomasiensis, dan Homo Ariectus.
Setelah sesi foto pagi usai (sayangnya gw gak punya foto-fotonya), ingatan gw sedikit buyar. Seingat gw Eky gak ikut petualangan hari ini dan pergi ngumpulin tugas. Gw udah cari-cari di otak gw di folder Brain > Archives > 17 January 2013 > Afternoon. Tapi disana sama sekali gak ada muka Eky. Entah keselip di folder lain ato mungkin karena saking jeleknya jadi diapus ama otak gw.
Jadi cerita hari ini dimulai dengan asumsi Eky engga ada.
...
Setelah menjadi model foto Eky, kami bertiga pergi menjemput Nata. Kami sudah mempunyai rencana kemana kami akan melangkah hari ini. Pertama, kami akan mengunjungi Benteng Vredeburg. Kemudian kami akan ke Taman Pintar, lalu mencari oleh-oleh di Malioboro.
Tiba-tiba lagu Dora terngiang-ngiang di otak gw. "Mau kemana kitaaa?????? Benteeeeng, Tamaan, Malioboro!!!!!!"
setelah itu entah kenapa gw merasa bahagia. gw ingat lagu tersebut menandakan masa kecil gw bahagia.
oke, kita melenceng dari topik. kembali ke jogja. Perut kita saat itu belum terisi. oleh karena itu kami Wisata Kuliner (lagi). Pilihan mereka jatuh pada Bandeng Geledek atau Bandeng Mbledug ato Bandeng Petir gitu. Ingatan gw samar-samar. Pokoknya namanya menggelegar deh.
Seperti namanya, restoran tersebut menjual menu-menu yang berkaitan dengan Bandeng ato ikan-ikan sejenisnya. sedangkan gw gak bisa makan ikan. oleh karena itu gw menggunakan kata ganti 'Mereka' pada paragraf sebelumnya.
gw inget waktu kecil gw pernah dipaksa makan ikan ama nyokap gw. gw muntah-muntah. semenjak saat itu gw menjadi anti-ikan. Begitu melihat ikan goreng, yang gw pikirkan adalah menghidupkan kembali mereka dan mengembalikan mereka ke habitatnya (brb pergi ngumpulin dragon ball)
namun begitu mengetahui kenyataan bahwa dragon ball tidak eksis di dunia nyata, gw kecewa dan hanya bisa pasrah. ikan yang malang.
di restoran bandeng tersebut, gw mencari-cari menu yang sekiranya bisa gw makan. dari sekian banyak menu, yang kelihatannya bisa gw makan cuma nasi putih. padahal sebelumnya gw kira bakalan ada menu lain seperti ayam, ternyata restoran ini full bandeng semua.
gw mengalami dilema. Apakah melawan prinsip hidup gw selama ini sebagai anti-ikan, ataukah mati mengenaskan karena kelaparan di restoran bandeng?
daripada mati konyol kelaperan di restoran penuh makanan, gw melihat menu yang paling memungkinkan untuk dimakan. muncullah nama Bakso Bandeng. Gw mensugestikan diri gw bahwa pada ikan terdapat zat kimia yang tidak bisa ditoleransi oleh tubuh gw, namun kalo udah diolah jadi bakso, zat tersebut hilang. meskipun belom terbukti secara ilmiah tapi gw berharap terjadi efek placebo
akhirnya pesanan datang. gw memesan bakso tersebut + nasi putih. gw menambahkan berbagai jenis bumbu seperti kecap, saos, sambel, cuka, garem, berharap rasa ikannya hilang. kemudian gw mengambil sendok, mengaduk-ngaduk mangkok tersebut.
gw membelah salah satu bakso. berharap ada mutiara di dalemnya. ternyata gak ada. gw kecewa.
tapi tujuan utama datang ke restoran adalah makan, bukan nyari mutiara. dengan segenap kekuatan dan doa, gw mengambil salah satu potongan bakso dan mengangkatnya ke depan mulut gw (musik serem: on)
Dengan tangan yang bergetar gw mencoba memasukkan bakso tersebut ke dalam mulut. Mensugesti otak gw gak ada zat kimia berbahaya di dalemnya. perlahan....mulut gw terbuka.....dan bakso tersebut masuk ke mulut gw.
Gw mencabik-cabik bakso tersebut, mengunyahnya, mencampurnya dengan enzim ptialin, kemudian menelannya. sampai saat ini tidak terjadi apa-apa.
Gw melanjutkan peperangan. dengan senjata sendok di tangan, satu persatu gw memakan bakso tersebut dengan bantuan nasi dan bumbu. terjadi peperangan antara enzim-enzim di saluran pencernaan gw dan bakso ikan tersebut. kemudian, peperangan pun berakhir. bakso tersebut habis termakan dan gw masih hidup.
gw menang.
(background music: Queen - We Are The Champion)
...
Setelah berhasil memenangkan peperangan di restoran bandeng (padahal temen-temen gw nyantai aja makannya gak kayak gw), kita melanjutkan perjalanan menuju Benteng Vredeburg. Sebelumnya gw gak tau itu benteng apaan. pas gw dibilangin mau ke benteng Vredeburg, gw merespon dengan penuh kepolosan, "Hah?? benteng Vandersar?"
maklumlah saya bukan ahli sejarah.
kami pun memasuki mobil Ari. Melangkah menuju benteng peninggalan belanda tersebut. ternyata itu deket malioboro. kenapa selama ini gw gak tau ya?
akhirnya kita sampai di benteng Vredeburg. Ternyata benteng tersebut sudah berubah menjadi museum sejarah. Disana banyak pengetahuan mengenai sejarah pendudukan belanda di Indonesia, terutama yogyakarta. Ada diorama kejadian-kejadian penting yang terjadi, juga komputer untuk mempelajari sejarah.
Sayangnya pengetahuan itu sepertinya tak berguna untuk kuliah gw. Coba kalo gw kesini pas SD ato SMP kayaknya baru berguna deh.
Gak ada kejadian yang menarik di benteng ini. sebelumnya gw berharap ada kejadian seru yang bisa diceritain di blog ini. misalnya muncul penampakan arwah tentara belanda bawa pisau dapur atau penampakan kuntilanak bawa senapan. dua-duanya serem sih. tapi entah kenapa gak matching.
Setelah belajar mengenai sejarah penjajahan belanda di Benteng Vredeburg ini, kami yang haus akan ilmu pengetahuan ini akan mengunjungi Taman Pintar.
ternyata lokasinya tepat di sebelah benteng ini. jadi kita gakusah jalan jauh-jauh.
meskipun namanya taman pintar, sebenarnya ini sebuah bangunan. dan bangunannya gak mungkin bisa ngerjain persamaan diferensial. jadi nama Taman Pintar sesungguhnya amat sangat tidak cocok.
Namun di dalam bangunan ini terdapat berbagai fakta-fakta ilmiah yang sangat menarik. Pas masuk awalnya gw sangat tidak tertarik karena disuguhi foto-foto Sri Sultan Hamengkubuwono. abis itu foto-foto Presiden RI. Gw udah bosan belajar sejaraaah. lupakan masa lalu, tatap masa depan. itulah kata Guru Matematika SMP gw dulu.
kemudian apa yang ada setelah itu barulah menarik. Setelah melewati blok sejarah indonesia, kita melewati banyak blok yang menyuguhkan pengetahuan tertentu.
Misalnya pada bagian sensor. Disana ada game yang menggunakan sensor kayak game-game di Xbox itu. yang ada sensornya terus di layar karakternya melakukan gerakan yang sama seperti gerakan kita.
kita maen game itu ampe keringetan. loncat-loncat, merunduk, geser kanan-kiri. pengunjung laen kayak gak sempet maen gitu. cuman ngeliatin. hahaha *jahat*
terus pada bagian listrik statis. Disana ada alat percobaan Van De Graaff. Bola listrik statis yang kalo kita sentuh rambut kita bakalan berdiri. kita ditawarin sama mas-mas yang jaga buat nyoba megang bola tersebut. Tapi Ari rambutnya pendek dan Sam keribo (disetrum juga gak ada efeknya). Sedangkan Nata takut kesetrum. Akhirnya gw yang berambut panjang dan gak keribo pun mencobanya.
kalo disentuh-sentuh pake satu jari ternyata emang kesetrum. Tapi setelah meletakkan kedua tangan ke bola tersebut.......Rambut gw berdiri!! Orang-orang sekitar terpana melihat rambut gw yang indah bak ke salon tiap hari ini berdiri.
Sebenarnya gw ingin menjelaskan kenapa bisa berdiri tapi waktu semakin sempit dan cerita ini harus terus berlanjut..
Setelah mendapat banyak ilmu pengetahuan (ato cuma main-main dengan hasil ilmu pengetahuan?), kami melanjutkan perjalanan.
Sebelum kami ke malioboro, kami mampir dulu ke sebuah gereja yang terletak di seberang taman pintar. konon katanya disana tersimpan hosti berdarah. namun karena tak menemukannya akhirnya kami hanya berdoa disana.
Setelah menghadap Tuhan, kami pergi mencari oleh-oleh di malioboro. Kita masuk ke sebuah Toko yang ada tulisan "COPET DILARANG MASUK"
Gw kembali teringat Study Tour SMP Kelas 8. Riza pasti ingat toko ini. Tapi gw gak mau cerita apa yang terjadi biar kalian penasaran.
Di toko tersebut gw sama sekali gak beli apa-apa. Gw cuman bawa duit sedikit. Sebelum berangkat gw nanya pendapat si Sam. "Kira-kira bawa duit berapa nih?" si Sam jawab, "100 ribu cukup lah"
berdasarkan catatan gw, 100 ribu itu bahkan gak cukup buat wisata kuliner kita dan gw mesti ngambil duit bulanan gw di atm buat makan. Salah gw juga sih mengikuti ajaran sesatnya Sam.
..........
Setelah selesai belanja di Malioboro dan kembali ke mobil Ari, gw gak tau apa yang selanjutnya terjadi. Seperti yang telah gw bilang sebelumnya, gw gak inget apa-apa semenjak pulang dari malioboro. makan siang dan makan malem dimana gw juga lupa. padahal 2 hari sebelumnya ingatan gw sangat jelas. menurut perkiraan gw, kita cuman bengong di rumah Ari nonton banjir jakarta
begitu sadar, hari telah berganti. Gw dan Sam mau gak mau harus kembali ke Jakarta. meninggalkan Kota Pelajar ini. (Background Music: Kembali Ke Jakarta - Koes Ploes)
Gw ama Sam pulang naek kereta yang sama seperti berangkat, yaitu kereta api bogowonto. Eky kebetulan juga mau ke jakarta. tapi beda kereta ama kita. Karena kereta dari jogja berangkatnya pagi-pagi, gw gak usah mikirin susah tidur di kereta. dan gw bisa melihat pemandangan indah di luar jendela...
Pernyataan diatas valid sampai kereta memasuki daerah cikampek. pemandangan dari cikampek kesono terus adalah pemandangan sawah kebanjiran. sangat memilukan memang. tapi tenang saja, begitu gw dateng kembali ke jakarta, ujan gak turun lagi kok.
dan benar saudara-saudara. begitu gw ama sam sampai di jakarta, Banjir mulai surut!!!!! tampaknya hujan takut ama kita berdua. Jakarta harus berterima kasih sama gue. pilih gue jadi Gubernur Jakarta!!
Finally, gw sampai di Stasiun Bekasi. gw ke rumah Samuel ngambil motor gw yang ditinggal 4 hari 3 malem. nyalain mesinnya aja udah susah...
begitu Supra X legendaris gw berhasil hidup kembali ke dunia ini, gw langsung pulang ke rumah. Sebenernya niat langsung nulis di blog tapi modem gw ilang sehingga gak ada koneksi internet di rumah gw... *Musik sedih*
dengan demikian berakhirlah petualangan gw di Jogja.
~FIN
Selasa, Mei 21, 2013
Kamis, Mei 16, 2013
A Friend's Story - Too Much?
Sori, ini bukan kelanjutan dari petualangan gw di jogja. Gw masih mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi di hari ketiga. Masalahnya gw cuman inget sampe siang hari dan lupa apa yang terjadi pada malamnya. Jangan-jangan ada sesuatu terjadi ama gw pada malam itu?? *bayangin yang aneh-aneh*
Jadi selagi menunggu gw inget tentang kejadian hari itu, ada seorang pembaca setia blog ini, seorang teman yang identitasnya minta dirahasiakan karena alasan kemaluan, yang mengirimkan cerita tentang dirinya.
Ceritanya teman gw ini sedang galau. ia ingin menyampaikan kegalauannya melalui tulisan. Namun ia tidak memiliki media untuk mengungkapkan isi hatinya yang gundah. Mau nulis di Facebook malu. Akhirnya ia meminta tolong kepada gw untuk mempublikasikan tulisannya.
Gw pun menyetujui permintaannya, berharap dengan begini beban di hatinya bisa berkurang, dan perasaannya tersampaikan. So, this is her story....
Dan bagaimana perasaan gw setelah kejadian ini? Galau? Labil? Hey. Menurut salah satu mata kuliah gw, umur gw saat ini adalah umur yang memasuki tahap dewasa awal. Sekali lagi, dewasa. Yah, walaupun ada kata awal di belakangnya. Tapi tetep aja, (mungkin) gw seharusnya bisa menerima ini semua dengan dewasa kan? Maafkan gw yang terlalu naif. Dan basi mungkin. Tapi gw memang harus melihat segala sesuatunya dari semua sisi. Itu kan yang diajarkan dia ke gw? (eh, masih dibahas). Soal air mata yang ternyata masih nggak mau berhenti, ya pasti suatu saat akan berhenti juga seiring waktu yang bisa menyembuhkan. Gila. Udah kelihatan bijak belum?
Oke. Maaf. Barusan gw hanya ingin terlihat dewasa. *garuk-garuk tembok*
Mungkin disini memang saatnya untuk berhenti. Berhenti dari semua siklus yang selalu terulang. Berhenti dari semua permasalahan yang kayaknya kok ya nggak jelas ujungnya. Mungkin ini memang yang paling baik. Mungkin ya. Mungkin.
Too much memories. Too much lesson. Too much love. And too much hurts. Kalau ada orang nanya, "Mau balikan nggak? Masih sayang?"
Please, jangan paksa gw untuk jawab....
Jadi selagi menunggu gw inget tentang kejadian hari itu, ada seorang pembaca setia blog ini, seorang teman yang identitasnya minta dirahasiakan karena alasan kemaluan, yang mengirimkan cerita tentang dirinya.
Ceritanya teman gw ini sedang galau. ia ingin menyampaikan kegalauannya melalui tulisan. Namun ia tidak memiliki media untuk mengungkapkan isi hatinya yang gundah. Mau nulis di Facebook malu. Akhirnya ia meminta tolong kepada gw untuk mempublikasikan tulisannya.
Gw pun menyetujui permintaannya, berharap dengan begini beban di hatinya bisa berkurang, dan perasaannya tersampaikan. So, this is her story....
Keadaan yang nyatuin kita.
Keadaan juga yang misahin kita.
Nggak mungkin gw pacaran dengan dia itu kebetulan. Dan nggak mungkin gw pisah dengan dia juga tanpa tujuan. Selama ini, selama 2 tahun lebih, adalah 2 tahun yang paling *ehem* indah buat gw. Waktu yang nggak bisa dibilang singkat, walaupun bukan waktu yang lama juga. Waktu dimana gw belajar banyak hal dari orang yang terlalu luar biasa bagi gw. Orang yang pertama kali, benar-benar pertama kali, membuat gw melihat bahwa ternyata memang ada manusia sebaik orang itu.
Banyak. Terlalu banyak hal yang gw dapat dari dia. Terlalu banyak pelajaran yang dia kasih untuk gw. Terlalu banyak perubahan positif dari diri gw yang dia buat. Dia satu-satunya orang yang bisa membuat gw lebih bisa membuka mata sama apa yang ada di sekitar gw. Membuat gw sadar, ternyata gw belum menjadi manusia yang baik, seperti yang selama ini gw pikirkan. Dia seperti cahaya (yah, gw tahu ini sangat dangdut) dalam hidup gw, yang tanpa gw sadari, membuat gw bisa melihat apa yang selama ini tidak gw lihat.
Sekali lagi, terlalu banyak. Terlalu banyak pelajaran yang dia kasih untuk gw.
Anyway, nobody's perfect kan? Tetep lah ya.
Kekurangannya cuma satu. Bukan. Dia bukan tipe cowok brengsek yang matanya kemana-mana. Atau tipe cowok yang kurang ajar sama perempuan. Atau tipe-tipe setipe lainnya. Nggak berat. Dan mungkin nggak seburuk orang lain.
Tapi kalau dilakukan berjuta-juta kali, gondok sih.
Sudah nggak terhitung sepertinya berapa kali gw marah karena itu. Sebagai manusia normal, memang, dia bisa memperbaiki dan jauh lebih baik dari awal pacaran. Tapi kekurangannya itu ternyata memang tidak bisa sepenuhnya gw ubah. Dari jatuh-bangun-berdiri-jatuh lagi-bangun lagi-ternyata masih jatuh lagi, tetep masih sama.
Bukan. Bukan ini alasan gw pisah.
Baiklah. Pada akhirnya gw bisa berpikir kalau memang begitulah dia. Nggak. Gw nggak mau bilang gw itu malaikat tersabar dan cewek tertegar masa kini. Tapi pada akhirnya, dengan segala kekurangan dan naik turun itu, gw mencoba menerima dia. Tapi ternyata, masalahnya bukan di dia. Tapi di gw.
Yap, gw.
Tolol. Mungkin itu kata yang cocok untuk gw. Gw sadar akan kepribadian gw yang terlalu sering nggak-enakan sama orang lain. Ini salah gw. Nggak sepenuhnya permasalahan ada di orang itu juga. Mungkin gw sering mengeluh "capek" akan sikap dia. Tapi, mungkin gw juga terlalu "buta" untuk melihat bahwa dia juga se-"capek" gw. Sama aja.
Intinya, gw dan dia sama-sama menuntut. Sama-sama punya ekspektasi masing-masing yang ternyata nggak kesampaian.
Intinya lagi, sama-sama capek.
Nggak sih. Nggak sesimpel ini masalahnya. Tapi terlalu rumit bagi gw untuk menjelaskannya disini.
Nggak mungkin gw pacaran dengan dia itu kebetulan. Dan nggak mungkin gw pisah dengan dia juga tanpa tujuan. Selama ini, selama 2 tahun lebih, adalah 2 tahun yang paling *ehem* indah buat gw. Waktu yang nggak bisa dibilang singkat, walaupun bukan waktu yang lama juga. Waktu dimana gw belajar banyak hal dari orang yang terlalu luar biasa bagi gw. Orang yang pertama kali, benar-benar pertama kali, membuat gw melihat bahwa ternyata memang ada manusia sebaik orang itu.
Banyak. Terlalu banyak hal yang gw dapat dari dia. Terlalu banyak pelajaran yang dia kasih untuk gw. Terlalu banyak perubahan positif dari diri gw yang dia buat. Dia satu-satunya orang yang bisa membuat gw lebih bisa membuka mata sama apa yang ada di sekitar gw. Membuat gw sadar, ternyata gw belum menjadi manusia yang baik, seperti yang selama ini gw pikirkan. Dia seperti cahaya (yah, gw tahu ini sangat dangdut) dalam hidup gw, yang tanpa gw sadari, membuat gw bisa melihat apa yang selama ini tidak gw lihat.
Sekali lagi, terlalu banyak. Terlalu banyak pelajaran yang dia kasih untuk gw.
Anyway, nobody's perfect kan? Tetep lah ya.
Kekurangannya cuma satu. Bukan. Dia bukan tipe cowok brengsek yang matanya kemana-mana. Atau tipe cowok yang kurang ajar sama perempuan. Atau tipe-tipe setipe lainnya. Nggak berat. Dan mungkin nggak seburuk orang lain.
Tapi kalau dilakukan berjuta-juta kali, gondok sih.
Sudah nggak terhitung sepertinya berapa kali gw marah karena itu. Sebagai manusia normal, memang, dia bisa memperbaiki dan jauh lebih baik dari awal pacaran. Tapi kekurangannya itu ternyata memang tidak bisa sepenuhnya gw ubah. Dari jatuh-bangun-berdiri-jatuh lagi-bangun lagi-ternyata masih jatuh lagi, tetep masih sama.
Bukan. Bukan ini alasan gw pisah.
Baiklah. Pada akhirnya gw bisa berpikir kalau memang begitulah dia. Nggak. Gw nggak mau bilang gw itu malaikat tersabar dan cewek tertegar masa kini. Tapi pada akhirnya, dengan segala kekurangan dan naik turun itu, gw mencoba menerima dia. Tapi ternyata, masalahnya bukan di dia. Tapi di gw.
Yap, gw.
Tolol. Mungkin itu kata yang cocok untuk gw. Gw sadar akan kepribadian gw yang terlalu sering nggak-enakan sama orang lain. Ini salah gw. Nggak sepenuhnya permasalahan ada di orang itu juga. Mungkin gw sering mengeluh "capek" akan sikap dia. Tapi, mungkin gw juga terlalu "buta" untuk melihat bahwa dia juga se-"capek" gw. Sama aja.
Intinya, gw dan dia sama-sama menuntut. Sama-sama punya ekspektasi masing-masing yang ternyata nggak kesampaian.
Intinya lagi, sama-sama capek.
Nggak sih. Nggak sesimpel ini masalahnya. Tapi terlalu rumit bagi gw untuk menjelaskannya disini.
Kalau ngutip lagunya Naif sih, “Aku tak tahu apa yang terjadiiiii~ antara aku dan kaaauuu~”
Oke. Cukup.
Dan bagaimana perasaan gw setelah kejadian ini? Galau? Labil? Hey. Menurut salah satu mata kuliah gw, umur gw saat ini adalah umur yang memasuki tahap dewasa awal. Sekali lagi, dewasa. Yah, walaupun ada kata awal di belakangnya. Tapi tetep aja, (mungkin) gw seharusnya bisa menerima ini semua dengan dewasa kan? Maafkan gw yang terlalu naif. Dan basi mungkin. Tapi gw memang harus melihat segala sesuatunya dari semua sisi. Itu kan yang diajarkan dia ke gw? (eh, masih dibahas). Soal air mata yang ternyata masih nggak mau berhenti, ya pasti suatu saat akan berhenti juga seiring waktu yang bisa menyembuhkan. Gila. Udah kelihatan bijak belum?
Oke. Maaf. Barusan gw hanya ingin terlihat dewasa. *garuk-garuk tembok*
Mungkin disini memang saatnya untuk berhenti. Berhenti dari semua siklus yang selalu terulang. Berhenti dari semua permasalahan yang kayaknya kok ya nggak jelas ujungnya. Mungkin ini memang yang paling baik. Mungkin ya. Mungkin.
Too much memories. Too much lesson. Too much love. And too much hurts. Kalau ada orang nanya, "Mau balikan nggak? Masih sayang?"
Please, jangan paksa gw untuk jawab....
Selasa, Mei 07, 2013
Yogyadventure - Day 2
Sesuai janji gw, sekarang hari selasa dan gw akan mengupdate petualangan gw di jogja (gw gak bilang senen ato selasa tanggal berapa di postingan yang lalu :p)
........
Kicauan burung membangunkanku pagi itu. Sang mentari telah kembali dari tidurnya. Namun kasur masih menjadi tempat paling nyaman bagi teman-temanku. kulangkahkan kakiku menuju jendela untuk melihat birunya langit. bertanya-tanya kepada awan, 'KENAPA GW SELALU BANGUN DULUANN???'
gw jadi inget waktu gw study tour pas SMP kelas 8. waktu itu ke jogja juga. Gw inget sekamar ama Riza dan beberapa orang lain (gw lupa). Study tournya berlangsung beberapa hari dan gw selalu bangun paling pagi. suatu pagi gw bangun dan yang lain masih tak sadarkan diri. gw bosan, mengambil hape Riza dan maen di kamar mandi karna takut membangunkan mereka.
konon pas bangun mereka yang ketakutan karna denger suara di kamar mandi.
....
kembali ke masa kini, setelah menunggu beberapa saat akhirnya Ari, Eky dan Sam terbangun. Rencananya hari ini kita mau ke pantai ngobaran. Atas usul nona Natalia Elisa karena dia pernah kesana.
Eky harus ke kampusnya dulu karena ingin menyerahkan tugas, begitu pula Ari harus ke kampusnya dulu karena ada urusan. Akhirnya seolah it's a worst case scenario gw sarapan berdua bareng Sam. Berkeliling berburu makanan di kota pelajar ini menggunakan mobilnya Ari, pilihan kita jatuh pada GUDEG YU DJUM. ke jogja gak sreg doong kalo gak makan makanan khas jogja ini.
Setelah selesai makan gudeg (enak sih, tapi kurang kenyang) kita berdua berkeliling kota jogja sembari menunggu pemilik mobil ini menyelesaikan urusannya.
Gw memang memiliki darah jogja dari orang tua gw, namun sejujurnya gw gak begitu mengenal kota jogja. sudah 2 tahun gw tidak menginjakkan kaki di kota ini. sebelumnya tiap tahun gw selalu mudik ke jogja. namun semua itu berubah setelah kerajaan bumi menyerang
jadi oleh karena itu jangan tanya apabila menyuruh gw memandu jalan di jogja.
....
akhirnya Ari sudah selesai dengan urusannya dan menyuruh gw dan Sam jemput dia kembali di Atma Jogja. waktu itu kita kebingungan karena merasa melewati jalan yang sama berkali-kali dan melihat plang UKDW berkali-kali.
untungnya Sam adalah supir sejati. ia lebih tau berbagai jalan di jogja dibanding gw. Setelah lolos dari jalan yang berputar-putar, kita kembali ke sebuah jalan besar yang gw inget pernah kami lalui. Akhirnya kami sampai dan berhasil menjemput Ari dengan selamat. oh iya, maaf ya ri soal bensinnya.
Setelah itu kita kembali ke kediaman Ari dan menunggu kepulangan Eky. selagi menunggu kami kembali menonton berita. ternyata banjir di Jakarta makin parah. rel kereta ampe bergeser. nyokap gw ngesms gw dan bertanya apakah di jogja hujan ato tidak.
gw ngeliat keluar.
merasakan teriknya matahari.
membalas sms dengan satu huruf: G
kemudian eky muncul (gak ada hubungannya sebenernya)
Setelah itu kami pergi menjemput Nata dan melanjutkan petualangan kami menuju pantai ngobaran.
...
2 jam sudah kami berada di mobil Ari. pemandangan di luar jendela tak banyak berubah. rumah yang berjejer dan pepohonan yang hijau. sejauh mata memandang tak terlihat adanya laut biru.
gw kira pantai yang dimaksud oleh Nata tuh deket. taunya butuh perjalanan selama 3 Jam. berdasarkan keterangan dari Nata, pantai tersebut terletak di....Wonosobo ato Wonogiri? ah entahlah gw gak begitu ngertti geografi. yang jelas butuh 3 jam untuk sampai dan gw paling susah untuk diam dalam waktu yang lama.
Setelah bertanya-tanya kepada penduduk setempat, mengitari jalan sempit penuh lubang dan tak rata, akhirnya.....akhirnya.......kita sampai di pantai yang dimaksud oleh Nata!!!!
kalimat diatas adalah salah satu contoh kalimat nirlengkap dan memicu kesalahpahaman. jadi jangan dicontoh untuk membuat karya ilmiah/skripsi/ makalah kalian ya kawan-kawan.....
Sepanjang perjalanan biasanya kami dengerin radio. tapi kami bosan karena lagu-lagu yang diputer di radio sini lagu itu-itu aja.
"ku berlariiiiii kau terdiammmmm.....ku menangis kau tersenyummmmmm."
entah lagu itu muncul berapa ratus kali.
akhirnya untuk memeriahkan suasana, gw menyetel lagu dan bernyanyi sepanjang perjalanan. dan tentu saja, lagu yang dimainkan oleh lagu gw bukanlah lagu-lagunya SuJu, SNSD, Smash, dan lain-lain. Lagu-lagu di hape gw adalah lagu-lagu terpilih dari berbagai belahan dunia dan dari berbagai generasi.
okelah ternyata gw harus jujur kalo isi hape gw cuman Koes Ploes.
banyak orang bilang gw lahir di generasi yang salah. gw gak begitu mahir soal teknologi dan lagu gw lawas semua (tapi gw sekarang udah bertobat dan masuk Institut Teknologi Bandung dan memperbaharui playlist gw). Tapi lagu-lagu lawas bukan berarti jelek. Lagu lawas selalu menjadi Hit di zamannya. coba kalo K-Pop muncul di tahun 1960-an. pasti orang beranggapan 'Ini orang apaan sih rambut warna-warni gitu. gak jelas banget. terus tarian apaan lagi tuh??? mendingan tari jaipong dah daripada tarian ntu orang'
dan itu adalah pikiran gw saat ini. gw bener-bener salah zaman ya.
dan terbukti, teman-teman gw pun ikut bernyanyi mengikuti irama lagu koes ploes yang gw nyalakan. Nata yang sedang tertidur pun bahkan jadi gak bisa tidur (ini sebenarnya efek baik ato buruk ya?). kami bernyanyi sepanjang perjalanan. mulai dari Bujangan, Muda-Mudi, Telaga Sunyi, dan berbagai lagu luar biasa dari koes ploes lainnya.
Setelah sampai jogja kami memutuskan untuk pergi ke Alun-Alun Kidul. kami merasa indomi yang dimakan di tepi pantai tidak cukup untuk memuaskan perut kami. kami merasa tak ada bedanya makan indomi di tengah kuburan dan dipinggir pantai.
Setelah sampai di alun-alun, kami mencari tempat duduk lalu duduk. (yakali nyari tempat duduk terus roll depan)
Alun-alun kota Yogyakarta memang terkenal ramai sehingga banyak sekali pengamen yang mencari nafkah disana. Mulai dari pengamen penuh talenta yang bakatnya tidak diakui dunia, hingga pengamen tanpa suara (cuman kecrek2 gak jelas).
Pengamen pertama yang menghampiri tempat duduk kami menyanyikan lagu tak terduga
"Muda mudiiiii jaman sekaranggggg. Pergaulaaaann bebas riangggggg..."
KITA SEMALEMAN NYANYI KOES PLOES DAN SEKARANG DINYANYIIN AMA PENGAMEN
kita semua ketawa tepat setelah dia mulai nyanyi. setelah selese nyanyi gw ngasi seceng dan dia pergi. gw hanya berharap dia gak bunuh diri karna diketawain. maksud kita bukan ngetawain dia kok. hehe
pengamen-pengamen selanjutnya menyanyikan lagu jaman sekarang. nikmat rasanya mendengarkan senandung yang indah sambil menikmati hidangan yang kami pesan. sbeenarnya banyak sekali pengamen yang sebenernya punya talenta, tapi ya kurang beruntung. bahkan ada group pengamen yang bisa mainin lagu yang di request. dan mereka menghampiri tempat duduk kami.
Eky merequest lagu Anugerah Terindah - Sheila On 7 sambil membisikkan suatu rencana. Tanpa dosa group pengamen tersebut bernyanyi.
Melihat tawamuMendengar senandungmuTerlihat jelas dimatakuWarna - warna indahmu
Menatap langkahmuMeratapi kisah hidupmuTerlukis jelas bahwa hatimuAnugerah terindah yang pernah kumiliki
Kemudian sang pengamen memainkan interlude dan kemudian ketika sang pengamen ingin menyanyikan bait kedua kami mengacaukan segalanya dan ikut bernyanyi dengan keras:
Balonku ada limaRupa-rupa warnanyahijau kuning kelabumerah muda dan biru
Meletus blaon hijau (dor!)Hatiku sangat kacauBalonku tinggal empatAnugerah terindah yang pernah kumiliki
Sang pengamen heran dan hanya tersenyum sambil tetap memainkan alat musiknya. Para pengunjung lain memperhatikan. kami tak peduli dan tetap bernyanyi. Entah seperti apa kami dimata orang-orang sekitar. Apakah sekelompok anak muda yang enerjik dan kreatif? Ataukah seperti sekelompok orang menyebalkan yang mengganggu malam mereka dengan lagu anak-anak versi Sheila On 7? ah itu tergantung persepsi masing-masing orang.
Malam makin larut. kami memutuskan untuk kembali ke rumah Ari. Udah cukup banyak uang yang kita keluarkan cuman buat bayar pengamen. dengan demikian, berakhirlah petualangan hari ini....
NEXT POST : The Last Day in Yogyakarta - Menjadi Pintar di Taman Pintar
PASTI TERBIT ENTAH KAPAN. SERING-SERING CEK AJA ( udah gak bisa janji lagi.....)
........
Kicauan burung membangunkanku pagi itu. Sang mentari telah kembali dari tidurnya. Namun kasur masih menjadi tempat paling nyaman bagi teman-temanku. kulangkahkan kakiku menuju jendela untuk melihat birunya langit. bertanya-tanya kepada awan, 'KENAPA GW SELALU BANGUN DULUANN???'
gw jadi inget waktu gw study tour pas SMP kelas 8. waktu itu ke jogja juga. Gw inget sekamar ama Riza dan beberapa orang lain (gw lupa). Study tournya berlangsung beberapa hari dan gw selalu bangun paling pagi. suatu pagi gw bangun dan yang lain masih tak sadarkan diri. gw bosan, mengambil hape Riza dan maen di kamar mandi karna takut membangunkan mereka.
konon pas bangun mereka yang ketakutan karna denger suara di kamar mandi.
....
kembali ke masa kini, setelah menunggu beberapa saat akhirnya Ari, Eky dan Sam terbangun. Rencananya hari ini kita mau ke pantai ngobaran. Atas usul nona Natalia Elisa karena dia pernah kesana.
Eky harus ke kampusnya dulu karena ingin menyerahkan tugas, begitu pula Ari harus ke kampusnya dulu karena ada urusan. Akhirnya seolah it's a worst case scenario gw sarapan berdua bareng Sam. Berkeliling berburu makanan di kota pelajar ini menggunakan mobilnya Ari, pilihan kita jatuh pada GUDEG YU DJUM. ke jogja gak sreg doong kalo gak makan makanan khas jogja ini.
Setelah selesai makan gudeg (enak sih, tapi kurang kenyang) kita berdua berkeliling kota jogja sembari menunggu pemilik mobil ini menyelesaikan urusannya.
Gw memang memiliki darah jogja dari orang tua gw, namun sejujurnya gw gak begitu mengenal kota jogja. sudah 2 tahun gw tidak menginjakkan kaki di kota ini. sebelumnya tiap tahun gw selalu mudik ke jogja. namun semua itu berubah setelah kerajaan bumi menyerang
jadi oleh karena itu jangan tanya apabila menyuruh gw memandu jalan di jogja.
....
akhirnya Ari sudah selesai dengan urusannya dan menyuruh gw dan Sam jemput dia kembali di Atma Jogja. waktu itu kita kebingungan karena merasa melewati jalan yang sama berkali-kali dan melihat plang UKDW berkali-kali.
untungnya Sam adalah supir sejati. ia lebih tau berbagai jalan di jogja dibanding gw. Setelah lolos dari jalan yang berputar-putar, kita kembali ke sebuah jalan besar yang gw inget pernah kami lalui. Akhirnya kami sampai dan berhasil menjemput Ari dengan selamat. oh iya, maaf ya ri soal bensinnya.
Setelah itu kita kembali ke kediaman Ari dan menunggu kepulangan Eky. selagi menunggu kami kembali menonton berita. ternyata banjir di Jakarta makin parah. rel kereta ampe bergeser. nyokap gw ngesms gw dan bertanya apakah di jogja hujan ato tidak.
gw ngeliat keluar.
merasakan teriknya matahari.
membalas sms dengan satu huruf: G
kemudian eky muncul (gak ada hubungannya sebenernya)
Setelah itu kami pergi menjemput Nata dan melanjutkan petualangan kami menuju pantai ngobaran.
...
2 jam sudah kami berada di mobil Ari. pemandangan di luar jendela tak banyak berubah. rumah yang berjejer dan pepohonan yang hijau. sejauh mata memandang tak terlihat adanya laut biru.
gw kira pantai yang dimaksud oleh Nata tuh deket. taunya butuh perjalanan selama 3 Jam. berdasarkan keterangan dari Nata, pantai tersebut terletak di....Wonosobo ato Wonogiri? ah entahlah gw gak begitu ngertti geografi. yang jelas butuh 3 jam untuk sampai dan gw paling susah untuk diam dalam waktu yang lama.
Setelah bertanya-tanya kepada penduduk setempat, mengitari jalan sempit penuh lubang dan tak rata, akhirnya.....akhirnya.......kita sampai di pantai yang dimaksud oleh Nata!!!!
Pantai Ngobaran
Menurut gw lebih terlihat seperti tebing di tepi laut dibandingkan pantai.
tapi karena akhirnya udah sampai sini, kita pun mengambil foto sebagai kenang-kenangan.
Eky lagi melakukan Flying Kick
Ari dengan latar ombak yang berdebur
Sebenernya di belakang Ari ada orang lagi mancing
Supir kita
Satu batu berdua
karena kita berangkat siang-siang dan dengan waktu tempuh perjalanan 3 Jam, kita pun gak bisa lama-lama disini. hari mulai gelap dan kita kelaparan. niat makan ikan di tepi pantai tapi kata pemilik warung udah abis semua, akhirnya kita semua makan indomi di warung tsb.....
....
Kita pun melakukan perjalanan pulang. saat pulang jalanan bener-bener gelap, sampe-sampe kalo lampu mobil dimatiin sekeliling kita gelap gulita. mungkin waktu itu sekitar jam 7 malem. suasana gelap dan dingin di sekitar kita membuat beberapa bulu berdiri.
kalimat diatas adalah salah satu contoh kalimat nirlengkap dan memicu kesalahpahaman. jadi jangan dicontoh untuk membuat karya ilmiah/skripsi/ makalah kalian ya kawan-kawan.....
Sepanjang perjalanan biasanya kami dengerin radio. tapi kami bosan karena lagu-lagu yang diputer di radio sini lagu itu-itu aja.
"ku berlariiiiii kau terdiammmmm.....ku menangis kau tersenyummmmmm."
entah lagu itu muncul berapa ratus kali.
akhirnya untuk memeriahkan suasana, gw menyetel lagu dan bernyanyi sepanjang perjalanan. dan tentu saja, lagu yang dimainkan oleh lagu gw bukanlah lagu-lagunya SuJu, SNSD, Smash, dan lain-lain. Lagu-lagu di hape gw adalah lagu-lagu terpilih dari berbagai belahan dunia dan dari berbagai generasi.
okelah ternyata gw harus jujur kalo isi hape gw cuman Koes Ploes.
banyak orang bilang gw lahir di generasi yang salah. gw gak begitu mahir soal teknologi dan lagu gw lawas semua (tapi gw sekarang udah bertobat dan masuk Institut Teknologi Bandung dan memperbaharui playlist gw). Tapi lagu-lagu lawas bukan berarti jelek. Lagu lawas selalu menjadi Hit di zamannya. coba kalo K-Pop muncul di tahun 1960-an. pasti orang beranggapan 'Ini orang apaan sih rambut warna-warni gitu. gak jelas banget. terus tarian apaan lagi tuh??? mendingan tari jaipong dah daripada tarian ntu orang'
dan itu adalah pikiran gw saat ini. gw bener-bener salah zaman ya.
dan terbukti, teman-teman gw pun ikut bernyanyi mengikuti irama lagu koes ploes yang gw nyalakan. Nata yang sedang tertidur pun bahkan jadi gak bisa tidur (ini sebenarnya efek baik ato buruk ya?). kami bernyanyi sepanjang perjalanan. mulai dari Bujangan, Muda-Mudi, Telaga Sunyi, dan berbagai lagu luar biasa dari koes ploes lainnya.
Setelah sampai jogja kami memutuskan untuk pergi ke Alun-Alun Kidul. kami merasa indomi yang dimakan di tepi pantai tidak cukup untuk memuaskan perut kami. kami merasa tak ada bedanya makan indomi di tengah kuburan dan dipinggir pantai.
Setelah sampai di alun-alun, kami mencari tempat duduk lalu duduk. (yakali nyari tempat duduk terus roll depan)
Alun-alun kota Yogyakarta memang terkenal ramai sehingga banyak sekali pengamen yang mencari nafkah disana. Mulai dari pengamen penuh talenta yang bakatnya tidak diakui dunia, hingga pengamen tanpa suara (cuman kecrek2 gak jelas).
Pengamen pertama yang menghampiri tempat duduk kami menyanyikan lagu tak terduga
"Muda mudiiiii jaman sekaranggggg. Pergaulaaaann bebas riangggggg..."
KITA SEMALEMAN NYANYI KOES PLOES DAN SEKARANG DINYANYIIN AMA PENGAMEN
kita semua ketawa tepat setelah dia mulai nyanyi. setelah selese nyanyi gw ngasi seceng dan dia pergi. gw hanya berharap dia gak bunuh diri karna diketawain. maksud kita bukan ngetawain dia kok. hehe
pengamen-pengamen selanjutnya menyanyikan lagu jaman sekarang. nikmat rasanya mendengarkan senandung yang indah sambil menikmati hidangan yang kami pesan. sbeenarnya banyak sekali pengamen yang sebenernya punya talenta, tapi ya kurang beruntung. bahkan ada group pengamen yang bisa mainin lagu yang di request. dan mereka menghampiri tempat duduk kami.
Eky merequest lagu Anugerah Terindah - Sheila On 7 sambil membisikkan suatu rencana. Tanpa dosa group pengamen tersebut bernyanyi.
Melihat tawamuMendengar senandungmuTerlihat jelas dimatakuWarna - warna indahmu
Menatap langkahmuMeratapi kisah hidupmuTerlukis jelas bahwa hatimuAnugerah terindah yang pernah kumiliki
Kemudian sang pengamen memainkan interlude dan kemudian ketika sang pengamen ingin menyanyikan bait kedua kami mengacaukan segalanya dan ikut bernyanyi dengan keras:
Balonku ada limaRupa-rupa warnanyahijau kuning kelabumerah muda dan biru
Meletus blaon hijau (dor!)Hatiku sangat kacauBalonku tinggal empatAnugerah terindah yang pernah kumiliki
Sang pengamen heran dan hanya tersenyum sambil tetap memainkan alat musiknya. Para pengunjung lain memperhatikan. kami tak peduli dan tetap bernyanyi. Entah seperti apa kami dimata orang-orang sekitar. Apakah sekelompok anak muda yang enerjik dan kreatif? Ataukah seperti sekelompok orang menyebalkan yang mengganggu malam mereka dengan lagu anak-anak versi Sheila On 7? ah itu tergantung persepsi masing-masing orang.
Malam makin larut. kami memutuskan untuk kembali ke rumah Ari. Udah cukup banyak uang yang kita keluarkan cuman buat bayar pengamen. dengan demikian, berakhirlah petualangan hari ini....
NEXT POST : The Last Day in Yogyakarta - Menjadi Pintar di Taman Pintar
PASTI TERBIT ENTAH KAPAN. SERING-SERING CEK AJA ( udah gak bisa janji lagi.....)
Langganan:
Postingan (Atom)





