Seperti biasa, pagi ini di yogyakarta cuaca cerah. Suhu 26-27 derajat Celcius. Kelembaban 75%. Tekanan udara 692 mmHg. dengan ketidakpastian kurang lebih 90% karena diukur menggunakan perasaan. maka dari itu jangan percaya data diatas. percayalah pada Tuhan!! Percayalahh!!! (tiba-tiba kotbah)
ehm, jadi pagi hari ini dimulai dengan menjadi model fotonya Eky. Anak institut seni ini ada tugas yang harus diselesaikan, namun karena keterbatasan manusia, Gw, Ari ama Sam dipaksa jadi modelnya. jangan salahin kami kalau dosennya sakit mata ngeliat muka kami, ato gak dikasih nilai ama dosennya karena modelnya jelek.
satu ketakutan gw, foto-foto kita bakalan dikirim ama eky ke majalah National Geographic sambil ngaku-ngaku ini foto spesies manusia yang diduga udah punah: Homo Samiens, Homo Thomasiensis, dan Homo Ariectus.
Setelah sesi foto pagi usai (sayangnya gw gak punya foto-fotonya), ingatan gw sedikit buyar. Seingat gw Eky gak ikut petualangan hari ini dan pergi ngumpulin tugas. Gw udah cari-cari di otak gw di folder Brain > Archives > 17 January 2013 > Afternoon. Tapi disana sama sekali gak ada muka Eky. Entah keselip di folder lain ato mungkin karena saking jeleknya jadi diapus ama otak gw.
Jadi cerita hari ini dimulai dengan asumsi Eky engga ada.
...
Setelah menjadi model foto Eky, kami bertiga pergi menjemput Nata. Kami sudah mempunyai rencana kemana kami akan melangkah hari ini. Pertama, kami akan mengunjungi Benteng Vredeburg. Kemudian kami akan ke Taman Pintar, lalu mencari oleh-oleh di Malioboro.
Tiba-tiba lagu Dora terngiang-ngiang di otak gw. "Mau kemana kitaaa?????? Benteeeeng, Tamaan, Malioboro!!!!!!"
setelah itu entah kenapa gw merasa bahagia. gw ingat lagu tersebut menandakan masa kecil gw bahagia.
oke, kita melenceng dari topik. kembali ke jogja. Perut kita saat itu belum terisi. oleh karena itu kami Wisata Kuliner (lagi). Pilihan mereka jatuh pada Bandeng Geledek atau Bandeng Mbledug ato Bandeng Petir gitu. Ingatan gw samar-samar. Pokoknya namanya menggelegar deh.
Seperti namanya, restoran tersebut menjual menu-menu yang berkaitan dengan Bandeng ato ikan-ikan sejenisnya. sedangkan gw gak bisa makan ikan. oleh karena itu gw menggunakan kata ganti 'Mereka' pada paragraf sebelumnya.
gw inget waktu kecil gw pernah dipaksa makan ikan ama nyokap gw. gw muntah-muntah. semenjak saat itu gw menjadi anti-ikan. Begitu melihat ikan goreng, yang gw pikirkan adalah menghidupkan kembali mereka dan mengembalikan mereka ke habitatnya (brb pergi ngumpulin dragon ball)
namun begitu mengetahui kenyataan bahwa dragon ball tidak eksis di dunia nyata, gw kecewa dan hanya bisa pasrah. ikan yang malang.
di restoran bandeng tersebut, gw mencari-cari menu yang sekiranya bisa gw makan. dari sekian banyak menu, yang kelihatannya bisa gw makan cuma nasi putih. padahal sebelumnya gw kira bakalan ada menu lain seperti ayam, ternyata restoran ini full bandeng semua.
gw mengalami dilema. Apakah melawan prinsip hidup gw selama ini sebagai anti-ikan, ataukah mati mengenaskan karena kelaparan di restoran bandeng?
daripada mati konyol kelaperan di restoran penuh makanan, gw melihat menu yang paling memungkinkan untuk dimakan. muncullah nama Bakso Bandeng. Gw mensugestikan diri gw bahwa pada ikan terdapat zat kimia yang tidak bisa ditoleransi oleh tubuh gw, namun kalo udah diolah jadi bakso, zat tersebut hilang. meskipun belom terbukti secara ilmiah tapi gw berharap terjadi efek placebo
akhirnya pesanan datang. gw memesan bakso tersebut + nasi putih. gw menambahkan berbagai jenis bumbu seperti kecap, saos, sambel, cuka, garem, berharap rasa ikannya hilang. kemudian gw mengambil sendok, mengaduk-ngaduk mangkok tersebut.
gw membelah salah satu bakso. berharap ada mutiara di dalemnya. ternyata gak ada. gw kecewa.
tapi tujuan utama datang ke restoran adalah makan, bukan nyari mutiara. dengan segenap kekuatan dan doa, gw mengambil salah satu potongan bakso dan mengangkatnya ke depan mulut gw (musik serem: on)
Dengan tangan yang bergetar gw mencoba memasukkan bakso tersebut ke dalam mulut. Mensugesti otak gw gak ada zat kimia berbahaya di dalemnya. perlahan....mulut gw terbuka.....dan bakso tersebut masuk ke mulut gw.
Gw mencabik-cabik bakso tersebut, mengunyahnya, mencampurnya dengan enzim ptialin, kemudian menelannya. sampai saat ini tidak terjadi apa-apa.
Gw melanjutkan peperangan. dengan senjata sendok di tangan, satu persatu gw memakan bakso tersebut dengan bantuan nasi dan bumbu. terjadi peperangan antara enzim-enzim di saluran pencernaan gw dan bakso ikan tersebut. kemudian, peperangan pun berakhir. bakso tersebut habis termakan dan gw masih hidup.
gw menang.
(background music: Queen - We Are The Champion)
...
Setelah berhasil memenangkan peperangan di restoran bandeng (padahal temen-temen gw nyantai aja makannya gak kayak gw), kita melanjutkan perjalanan menuju Benteng Vredeburg. Sebelumnya gw gak tau itu benteng apaan. pas gw dibilangin mau ke benteng Vredeburg, gw merespon dengan penuh kepolosan, "Hah?? benteng Vandersar?"
maklumlah saya bukan ahli sejarah.
kami pun memasuki mobil Ari. Melangkah menuju benteng peninggalan belanda tersebut. ternyata itu deket malioboro. kenapa selama ini gw gak tau ya?
akhirnya kita sampai di benteng Vredeburg. Ternyata benteng tersebut sudah berubah menjadi museum sejarah. Disana banyak pengetahuan mengenai sejarah pendudukan belanda di Indonesia, terutama yogyakarta. Ada diorama kejadian-kejadian penting yang terjadi, juga komputer untuk mempelajari sejarah.
Sayangnya pengetahuan itu sepertinya tak berguna untuk kuliah gw. Coba kalo gw kesini pas SD ato SMP kayaknya baru berguna deh.
Gak ada kejadian yang menarik di benteng ini. sebelumnya gw berharap ada kejadian seru yang bisa diceritain di blog ini. misalnya muncul penampakan arwah tentara belanda bawa pisau dapur atau penampakan kuntilanak bawa senapan. dua-duanya serem sih. tapi entah kenapa gak matching.
Setelah belajar mengenai sejarah penjajahan belanda di Benteng Vredeburg ini, kami yang haus akan ilmu pengetahuan ini akan mengunjungi Taman Pintar.
ternyata lokasinya tepat di sebelah benteng ini. jadi kita gakusah jalan jauh-jauh.
meskipun namanya taman pintar, sebenarnya ini sebuah bangunan. dan bangunannya gak mungkin bisa ngerjain persamaan diferensial. jadi nama Taman Pintar sesungguhnya amat sangat tidak cocok.
Namun di dalam bangunan ini terdapat berbagai fakta-fakta ilmiah yang sangat menarik. Pas masuk awalnya gw sangat tidak tertarik karena disuguhi foto-foto Sri Sultan Hamengkubuwono. abis itu foto-foto Presiden RI. Gw udah bosan belajar sejaraaah. lupakan masa lalu, tatap masa depan. itulah kata Guru Matematika SMP gw dulu.
kemudian apa yang ada setelah itu barulah menarik. Setelah melewati blok sejarah indonesia, kita melewati banyak blok yang menyuguhkan pengetahuan tertentu.
Misalnya pada bagian sensor. Disana ada game yang menggunakan sensor kayak game-game di Xbox itu. yang ada sensornya terus di layar karakternya melakukan gerakan yang sama seperti gerakan kita.
kita maen game itu ampe keringetan. loncat-loncat, merunduk, geser kanan-kiri. pengunjung laen kayak gak sempet maen gitu. cuman ngeliatin. hahaha *jahat*
terus pada bagian listrik statis. Disana ada alat percobaan Van De Graaff. Bola listrik statis yang kalo kita sentuh rambut kita bakalan berdiri. kita ditawarin sama mas-mas yang jaga buat nyoba megang bola tersebut. Tapi Ari rambutnya pendek dan Sam keribo (disetrum juga gak ada efeknya). Sedangkan Nata takut kesetrum. Akhirnya gw yang berambut panjang dan gak keribo pun mencobanya.
kalo disentuh-sentuh pake satu jari ternyata emang kesetrum. Tapi setelah meletakkan kedua tangan ke bola tersebut.......Rambut gw berdiri!! Orang-orang sekitar terpana melihat rambut gw yang indah bak ke salon tiap hari ini berdiri.
Sebenarnya gw ingin menjelaskan kenapa bisa berdiri tapi waktu semakin sempit dan cerita ini harus terus berlanjut..
Setelah mendapat banyak ilmu pengetahuan (ato cuma main-main dengan hasil ilmu pengetahuan?), kami melanjutkan perjalanan.
Sebelum kami ke malioboro, kami mampir dulu ke sebuah gereja yang terletak di seberang taman pintar. konon katanya disana tersimpan hosti berdarah. namun karena tak menemukannya akhirnya kami hanya berdoa disana.
Setelah menghadap Tuhan, kami pergi mencari oleh-oleh di malioboro. Kita masuk ke sebuah Toko yang ada tulisan "COPET DILARANG MASUK"
Gw kembali teringat Study Tour SMP Kelas 8. Riza pasti ingat toko ini. Tapi gw gak mau cerita apa yang terjadi biar kalian penasaran.
Di toko tersebut gw sama sekali gak beli apa-apa. Gw cuman bawa duit sedikit. Sebelum berangkat gw nanya pendapat si Sam. "Kira-kira bawa duit berapa nih?" si Sam jawab, "100 ribu cukup lah"
berdasarkan catatan gw, 100 ribu itu bahkan gak cukup buat wisata kuliner kita dan gw mesti ngambil duit bulanan gw di atm buat makan. Salah gw juga sih mengikuti ajaran sesatnya Sam.
..........
Setelah selesai belanja di Malioboro dan kembali ke mobil Ari, gw gak tau apa yang selanjutnya terjadi. Seperti yang telah gw bilang sebelumnya, gw gak inget apa-apa semenjak pulang dari malioboro. makan siang dan makan malem dimana gw juga lupa. padahal 2 hari sebelumnya ingatan gw sangat jelas. menurut perkiraan gw, kita cuman bengong di rumah Ari nonton banjir jakarta
begitu sadar, hari telah berganti. Gw dan Sam mau gak mau harus kembali ke Jakarta. meninggalkan Kota Pelajar ini. (Background Music: Kembali Ke Jakarta - Koes Ploes)
Gw ama Sam pulang naek kereta yang sama seperti berangkat, yaitu kereta api bogowonto. Eky kebetulan juga mau ke jakarta. tapi beda kereta ama kita. Karena kereta dari jogja berangkatnya pagi-pagi, gw gak usah mikirin susah tidur di kereta. dan gw bisa melihat pemandangan indah di luar jendela...
Pernyataan diatas valid sampai kereta memasuki daerah cikampek. pemandangan dari cikampek kesono terus adalah pemandangan sawah kebanjiran. sangat memilukan memang. tapi tenang saja, begitu gw dateng kembali ke jakarta, ujan gak turun lagi kok.
dan benar saudara-saudara. begitu gw ama sam sampai di jakarta, Banjir mulai surut!!!!! tampaknya hujan takut ama kita berdua. Jakarta harus berterima kasih sama gue. pilih gue jadi Gubernur Jakarta!!
Finally, gw sampai di Stasiun Bekasi. gw ke rumah Samuel ngambil motor gw yang ditinggal 4 hari 3 malem. nyalain mesinnya aja udah susah...
begitu Supra X legendaris gw berhasil hidup kembali ke dunia ini, gw langsung pulang ke rumah. Sebenernya niat langsung nulis di blog tapi modem gw ilang sehingga gak ada koneksi internet di rumah gw... *Musik sedih*
dengan demikian berakhirlah petualangan gw di Jogja.
~FIN
4 komentar:
Tamat juga.. :)
Nggak enak juga kadang jadi cewek. Aku tuh sukanya berkelana. Jalan-jalan gitu. Tapi naik motor ke sekolah aja nggak boleh, apalagi keluyuran ke luar kota?
hahaha lama ya tamatnya? padahal cuma 3 hari.
sabar ya nan. cewe mah di rumah aja masak ma besih2. hehe.
Hahaha... lu termasuk beruntung bisa muter malioboro ampe abis... Lha gue selalu ngempet gara-gara bolak-balik ke Jogja tapi kagak pernah nyentuh ubin museum Vredenburg. Dan tulisan 'Copet Dilarang Masuk' setau gue ada di toko Mirota deket emperan Malioboro... Keren :D
Ah iya nama tokonya mirota! hahaha masih banyak kesempatan kok buat muter2 jogja. sabar aja vi :)
Posting Komentar