........
Kicauan burung membangunkanku pagi itu. Sang mentari telah kembali dari tidurnya. Namun kasur masih menjadi tempat paling nyaman bagi teman-temanku. kulangkahkan kakiku menuju jendela untuk melihat birunya langit. bertanya-tanya kepada awan, 'KENAPA GW SELALU BANGUN DULUANN???'
gw jadi inget waktu gw study tour pas SMP kelas 8. waktu itu ke jogja juga. Gw inget sekamar ama Riza dan beberapa orang lain (gw lupa). Study tournya berlangsung beberapa hari dan gw selalu bangun paling pagi. suatu pagi gw bangun dan yang lain masih tak sadarkan diri. gw bosan, mengambil hape Riza dan maen di kamar mandi karna takut membangunkan mereka.
konon pas bangun mereka yang ketakutan karna denger suara di kamar mandi.
....
kembali ke masa kini, setelah menunggu beberapa saat akhirnya Ari, Eky dan Sam terbangun. Rencananya hari ini kita mau ke pantai ngobaran. Atas usul nona Natalia Elisa karena dia pernah kesana.
Eky harus ke kampusnya dulu karena ingin menyerahkan tugas, begitu pula Ari harus ke kampusnya dulu karena ada urusan. Akhirnya seolah it's a worst case scenario gw sarapan berdua bareng Sam. Berkeliling berburu makanan di kota pelajar ini menggunakan mobilnya Ari, pilihan kita jatuh pada GUDEG YU DJUM. ke jogja gak sreg doong kalo gak makan makanan khas jogja ini.
Setelah selesai makan gudeg (enak sih, tapi kurang kenyang) kita berdua berkeliling kota jogja sembari menunggu pemilik mobil ini menyelesaikan urusannya.
Gw memang memiliki darah jogja dari orang tua gw, namun sejujurnya gw gak begitu mengenal kota jogja. sudah 2 tahun gw tidak menginjakkan kaki di kota ini. sebelumnya tiap tahun gw selalu mudik ke jogja. namun semua itu berubah setelah kerajaan bumi menyerang
jadi oleh karena itu jangan tanya apabila menyuruh gw memandu jalan di jogja.
....
akhirnya Ari sudah selesai dengan urusannya dan menyuruh gw dan Sam jemput dia kembali di Atma Jogja. waktu itu kita kebingungan karena merasa melewati jalan yang sama berkali-kali dan melihat plang UKDW berkali-kali.
untungnya Sam adalah supir sejati. ia lebih tau berbagai jalan di jogja dibanding gw. Setelah lolos dari jalan yang berputar-putar, kita kembali ke sebuah jalan besar yang gw inget pernah kami lalui. Akhirnya kami sampai dan berhasil menjemput Ari dengan selamat. oh iya, maaf ya ri soal bensinnya.
Setelah itu kita kembali ke kediaman Ari dan menunggu kepulangan Eky. selagi menunggu kami kembali menonton berita. ternyata banjir di Jakarta makin parah. rel kereta ampe bergeser. nyokap gw ngesms gw dan bertanya apakah di jogja hujan ato tidak.
gw ngeliat keluar.
merasakan teriknya matahari.
membalas sms dengan satu huruf: G
kemudian eky muncul (gak ada hubungannya sebenernya)
Setelah itu kami pergi menjemput Nata dan melanjutkan petualangan kami menuju pantai ngobaran.
...
2 jam sudah kami berada di mobil Ari. pemandangan di luar jendela tak banyak berubah. rumah yang berjejer dan pepohonan yang hijau. sejauh mata memandang tak terlihat adanya laut biru.
gw kira pantai yang dimaksud oleh Nata tuh deket. taunya butuh perjalanan selama 3 Jam. berdasarkan keterangan dari Nata, pantai tersebut terletak di....Wonosobo ato Wonogiri? ah entahlah gw gak begitu ngertti geografi. yang jelas butuh 3 jam untuk sampai dan gw paling susah untuk diam dalam waktu yang lama.
Setelah bertanya-tanya kepada penduduk setempat, mengitari jalan sempit penuh lubang dan tak rata, akhirnya.....akhirnya.......kita sampai di pantai yang dimaksud oleh Nata!!!!
Pantai Ngobaran
Menurut gw lebih terlihat seperti tebing di tepi laut dibandingkan pantai.
tapi karena akhirnya udah sampai sini, kita pun mengambil foto sebagai kenang-kenangan.
Eky lagi melakukan Flying Kick
Ari dengan latar ombak yang berdebur
Sebenernya di belakang Ari ada orang lagi mancing
Supir kita
Satu batu berdua
karena kita berangkat siang-siang dan dengan waktu tempuh perjalanan 3 Jam, kita pun gak bisa lama-lama disini. hari mulai gelap dan kita kelaparan. niat makan ikan di tepi pantai tapi kata pemilik warung udah abis semua, akhirnya kita semua makan indomi di warung tsb.....
....
Kita pun melakukan perjalanan pulang. saat pulang jalanan bener-bener gelap, sampe-sampe kalo lampu mobil dimatiin sekeliling kita gelap gulita. mungkin waktu itu sekitar jam 7 malem. suasana gelap dan dingin di sekitar kita membuat beberapa bulu berdiri.
kalimat diatas adalah salah satu contoh kalimat nirlengkap dan memicu kesalahpahaman. jadi jangan dicontoh untuk membuat karya ilmiah/skripsi/ makalah kalian ya kawan-kawan.....
Sepanjang perjalanan biasanya kami dengerin radio. tapi kami bosan karena lagu-lagu yang diputer di radio sini lagu itu-itu aja.
"ku berlariiiiii kau terdiammmmm.....ku menangis kau tersenyummmmmm."
entah lagu itu muncul berapa ratus kali.
akhirnya untuk memeriahkan suasana, gw menyetel lagu dan bernyanyi sepanjang perjalanan. dan tentu saja, lagu yang dimainkan oleh lagu gw bukanlah lagu-lagunya SuJu, SNSD, Smash, dan lain-lain. Lagu-lagu di hape gw adalah lagu-lagu terpilih dari berbagai belahan dunia dan dari berbagai generasi.
okelah ternyata gw harus jujur kalo isi hape gw cuman Koes Ploes.
banyak orang bilang gw lahir di generasi yang salah. gw gak begitu mahir soal teknologi dan lagu gw lawas semua (tapi gw sekarang udah bertobat dan masuk Institut Teknologi Bandung dan memperbaharui playlist gw). Tapi lagu-lagu lawas bukan berarti jelek. Lagu lawas selalu menjadi Hit di zamannya. coba kalo K-Pop muncul di tahun 1960-an. pasti orang beranggapan 'Ini orang apaan sih rambut warna-warni gitu. gak jelas banget. terus tarian apaan lagi tuh??? mendingan tari jaipong dah daripada tarian ntu orang'
dan itu adalah pikiran gw saat ini. gw bener-bener salah zaman ya.
dan terbukti, teman-teman gw pun ikut bernyanyi mengikuti irama lagu koes ploes yang gw nyalakan. Nata yang sedang tertidur pun bahkan jadi gak bisa tidur (ini sebenarnya efek baik ato buruk ya?). kami bernyanyi sepanjang perjalanan. mulai dari Bujangan, Muda-Mudi, Telaga Sunyi, dan berbagai lagu luar biasa dari koes ploes lainnya.
Setelah sampai jogja kami memutuskan untuk pergi ke Alun-Alun Kidul. kami merasa indomi yang dimakan di tepi pantai tidak cukup untuk memuaskan perut kami. kami merasa tak ada bedanya makan indomi di tengah kuburan dan dipinggir pantai.
Setelah sampai di alun-alun, kami mencari tempat duduk lalu duduk. (yakali nyari tempat duduk terus roll depan)
Alun-alun kota Yogyakarta memang terkenal ramai sehingga banyak sekali pengamen yang mencari nafkah disana. Mulai dari pengamen penuh talenta yang bakatnya tidak diakui dunia, hingga pengamen tanpa suara (cuman kecrek2 gak jelas).
Pengamen pertama yang menghampiri tempat duduk kami menyanyikan lagu tak terduga
"Muda mudiiiii jaman sekaranggggg. Pergaulaaaann bebas riangggggg..."
KITA SEMALEMAN NYANYI KOES PLOES DAN SEKARANG DINYANYIIN AMA PENGAMEN
kita semua ketawa tepat setelah dia mulai nyanyi. setelah selese nyanyi gw ngasi seceng dan dia pergi. gw hanya berharap dia gak bunuh diri karna diketawain. maksud kita bukan ngetawain dia kok. hehe
pengamen-pengamen selanjutnya menyanyikan lagu jaman sekarang. nikmat rasanya mendengarkan senandung yang indah sambil menikmati hidangan yang kami pesan. sbeenarnya banyak sekali pengamen yang sebenernya punya talenta, tapi ya kurang beruntung. bahkan ada group pengamen yang bisa mainin lagu yang di request. dan mereka menghampiri tempat duduk kami.
Eky merequest lagu Anugerah Terindah - Sheila On 7 sambil membisikkan suatu rencana. Tanpa dosa group pengamen tersebut bernyanyi.
Melihat tawamuMendengar senandungmuTerlihat jelas dimatakuWarna - warna indahmu
Menatap langkahmuMeratapi kisah hidupmuTerlukis jelas bahwa hatimuAnugerah terindah yang pernah kumiliki
Kemudian sang pengamen memainkan interlude dan kemudian ketika sang pengamen ingin menyanyikan bait kedua kami mengacaukan segalanya dan ikut bernyanyi dengan keras:
Balonku ada limaRupa-rupa warnanyahijau kuning kelabumerah muda dan biru
Meletus blaon hijau (dor!)Hatiku sangat kacauBalonku tinggal empatAnugerah terindah yang pernah kumiliki
Sang pengamen heran dan hanya tersenyum sambil tetap memainkan alat musiknya. Para pengunjung lain memperhatikan. kami tak peduli dan tetap bernyanyi. Entah seperti apa kami dimata orang-orang sekitar. Apakah sekelompok anak muda yang enerjik dan kreatif? Ataukah seperti sekelompok orang menyebalkan yang mengganggu malam mereka dengan lagu anak-anak versi Sheila On 7? ah itu tergantung persepsi masing-masing orang.
Malam makin larut. kami memutuskan untuk kembali ke rumah Ari. Udah cukup banyak uang yang kita keluarkan cuman buat bayar pengamen. dengan demikian, berakhirlah petualangan hari ini....
NEXT POST : The Last Day in Yogyakarta - Menjadi Pintar di Taman Pintar
PASTI TERBIT ENTAH KAPAN. SERING-SERING CEK AJA ( udah gak bisa janji lagi.....)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar