Minggu, Juni 21, 2015

Nyamuk

Anda tahu apa itu nyamuk? Saya yakin segala makhluk hidup baik itu manusia, ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, dan segala binatang yang melata diatas bumi ini tahu tentang serangga yang satu ini.

Nyamuk adalah serangga tergolong dalam ordo Diptera; di dalamnya termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, Haemagoggus, untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genus yang merangkum 2700 spesies.

dan selama beberapa hari ini banyak nyamuk yang mengganggu hidup gw entah dari spesies apa, bagi gw gak ada bedanya. nyamuk adalah nyamuk. kita tidak boleh membeda-bedakan nyamuk. Rasanya dulu pas SD gw pernah diajarkan untuk tidak membeda-bedakan teman. hal ini harusnya juga berlaku untuk nyamuk. Say No To Racism.


...
Jadi ceritanya, pada zaman dahulu, kira-kira 2 minggu yang lalu, hiduplah seorang pemuda yang akan menjalani kerja praktek di Tangerang Selatan. Alhamdulilah pemuda tersebut masih hidup sampai sekarang dan sedang menulis blog ini.


Si Pemuda ini sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang Tangerang Selatan kecuali rumah temannya di Ciputat, Anton, yang dahulu sering didatangi pemuda tersebut dan bikin geger seisi rumah karena dateng ketika penghuninya masih tidur. Kayaknya banyak deh cerita tentang rumah Anton di blog ini.

Pengalaman di rumah Anton membuat si pemuda merasa Tangerang Selatan adalah kota yang nyaman dan tentram. tapi ternyata dugaan itu SALAH BESAR. si pemuda tersebut akhirnya sadar, satu-satunya tempat di Tangerang dimana dia bisa masuk seenaknya ke rumah orang saat penghuninya masih tidur cuman di rumah Anton. Kalo di rumah lain pasti dikira maling (yaiyalah masa baru sadar)


Masalahnya bukan hanya itu. Karena tidak mau merepotkan orang lain, orang tua pemuda tersebut menyuruh si pemuda tinggal di rumah Tantenya di Gading Serpong selama masa kerja praktek. Pemuda tersebut berpikir hal itu tidak masalah karena alasan yang tertera di baris pertama paragraf sebelumnya.

Namun tragedi yang memilukan terjadi pada malam pertama pemuda tersebut tinggal di rumah tantenya.

Si pemuda yang tengah terlelap karena besok akan melaksanakan kerja praktek mendadak terbangun oleh bunyi berfrekuensi tinggi. Ketika membuka mata ia pun shock melihat ribuan nyamuk berkerumun memperebutkan dirinya. Lantas ia bangun dan bertepuk tangan. Kebetulan banyak nyamuk yang berada di antara kedua tangannya dan tewas mblenyek karena terjepit tangan.


Si pemuda cukup shock melihat darah segar di tangannya setelah ia selesai bertepuk tangan. Sementara ratusan nyamuk masih berterbangan dengan riang gembira. Si pemuda yang terlanjur bangun pun ingin berolah raga agar badan sehat dan kuat. Ia mengambil raket yang kebetulan tersedia di rumah tantenya dan berlatih mengayun. Kebetulan si pemuda ini juga atlet tenis.

Sialnya ternyata raket tersebut mengalirkan listrik. Nyamuk-nyamuk yang sedang beterbangan banyak yang tidak sengaja tersengat raket tersebut dan tewas mengenaskan ketika si pemuda berlatih mengayun.


Setelah populasi nyamuk berkurang murni akibat kecelakaan si pemuda tidur kembali dengan tenang.


...
Tragedi yang memilukan kembali terjadi di malam-malam selanjutnya. Meskipun telah banyak yang meninggal, nyamuk-nyamuk terus bermunculan dan mengganggu tidur si pemuda. Ia menduga nyamuk sini mewarisi tekad pahlawan nasional Indonesia, Pattimura. Mati satu, tumbuh seribu. Jadi kalau 100 nyamuk mati, akan lahir 10000 nyamuk baru yang siap mengganggu tidur si pemuda.


bentar, coba diitung lagi deh. kayaknya gw salah itung.


intinya nyamuk di Tangerang ini gak ada habisnya seperti cintaku padanya. Padahal si pemuda sudah melakukan berbagai cara agar nyamuk-nyamuk yang mengganggunya tewas seolah kecelakaan, seperti menggunakan parfum beraroma harum, dari yang bermerek bay*gon sampai mama*lemon. Namun semuanya sia-sia. Nyamuk-nyamuk hanya pergi untuk sementara.


Si pemuda akhirnya bertekad untuk berperang melawan nyamuk. Baik itu nyamuk Tangerang, nyamuk Bekasi, nyamuk Magelang, nyamuk Manokwari, bahkan nyamuk luar negeri, tidak ada rasa iba. Semua nyamuk harus mati.

Hanya orang bodoh yang berperang tanpa mengetahui kekuatan lawannya. Oleh karena itu si pemuda berusaha mencari tahu segala hal tentang nyamuk. Ia pun membuka sumber pengetahuan yang tidak diketahui pihak nyamuk: Google dan Wikipedia.


Dari hasil penelitiannya pemuda tersebut mengetahui banyak hal.

Nyamuk mengalami empat tahap dalam siklus hidup: telur, larva, pupa, dan dewasa. Fase perkembangan nyamuk dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa sangat menakjubkan. Telur nyamuk biasanya diletakkan pada daun lembap atau kolam yang kering. Telur-telur itu panjangnya kurang dari 1 mm, disusun secara bergaris, baik dalam kelompok maupun satu persatu. Beberapa spesies nyamuk meletakkan telur-telurnya saling berdekatan membentuk suatu rakit yang bisa terdiri dari 300 telur.

bayangin aja 1 nyamuk telurnya 300. Meskipun kalah sama Pattimura tetep aja banyak banget.

Setelah itu, telur berada pada masa periode inkubasi (pengeraman). Pada periode ini, inkubasi sempurna terjadi pada musim dingin. Setelah itu larva mulai keluar dari telurnya semua dalam waktu yang hampir sama. Larva nyamuk akan berganti kulit sebanyak 2 kali.

Selesai berganti kulit, nyamuk berada pada fase Pupa. Pada fase ini, nyamuk sangat rentan terhadap kebocoran pupa. Agar tetap bertahan, sebelum pupa siap untuk perubahan kulit yang terakhir kalinya, 2 pipa nyamuk muncul ke atas air. pipa itu digunakan untuk alat pernapasan.

Setelah nyamuk dalam pupa telah membentuk seluruh organ dewasa seperti antena, belalai, kaki, dada, sayap, perut, dan mata besar yang menutupi sebagian besar kepalanya, kepompung pupa disobek dari atas dan nyamuk siap terbang untuk pertama kalinya.


Setelah mengetahui siklus hidup nyamuk tampaknya sulit untuk membasmi nyamuk sampai ke akarnya, bahkan menggunakan obat seperti dak*tarin yang katanya membasmi jamur sampai ke akarnya pun tak mampu untuk membinasakan nyamuk. Hal ini wajar karna nyamuk dan jamur itu berbeda spesies, bahkan udah beda kingdom.


Kemudian si pemuda pun meneliti lebih jauh mengenai nyamuk. Ternyata dengung nyamuk sebenarnya merupakan harmonisasi duet suara dari sepasang nyamuk yang sedang mencari pasangan. Nyamuk jantan berdengung untuk menunjukkan kejantanannya. Suara dengung itu dihasilkan dari kepak sayapnya yang punya kecepatan berbeda tiap detik. Frekuensi suara sayap nyamuk jantan berkisar dari 550-650 Hz sedangkan nyamuk betina kisaran 350-450 Hz

Melalui dengungan itu, ada keharmonisan di antara keduanya agar saling mencocokkan. Peneliti memperkirakan, dengungan nyamuk jantan ini digunakan nyamuk betina untuk menguji tingkat kebugaran nyamuk jantan sebelum kawin

Ketika kedua jenis kelamin ditempatkan dalam jarak 2 sentimeter dengan lawan jenis, kepakan sayap bergeser naik dan turun. Jika calon pasangan adalah nyamuk sejenis, kedua serangga ini akan menetapkan frekuensi rasio 3 : 2, dan bersama-sama menghasilkan nada yang harmonis di sekitar 1.500 hertz.

"Ini seperti dua penyanyi mencoba untuk menyelaraskan diri satu sama lain," kata orang bernama Gibson.


Jadi intinya nyamuk-nyamuk yang berdengung di sekitar pemuda tersebut selama ini sedang nyari jodoh.


Pemuda tersebut berpikir, kurang ajar banget nyamuk sini nyari jodoh di depan batang hidung (atau telinga) pria jomblo seperti dirinya. Namun ternyata hal itu ada alasannya.

Hal ini dikarenakan dari sisi nyamuk betinanya. Nyamuk jantan tidak mau menyantap darah untuk anak-anaknya, tapi di sisi lain nyamuk betina melakukannya. Karena hal itu penting bagi kelahiran bayi-bayinya yang memerlukan panas tubuh, kelembaban, dan karbon dioksida. Karbon dioksida itu sendiri banyak terdapat di sekitar kepala kita. Karenanya mereka sibuk berkeliling di sekitar kepala kita dan mengganggu pendengaran yang terletak di bagian kepala.

ternyata, gak nyamuk gak manusia, yang namanya wanita memang banyak maunya



Setelah memahami perasaan nyamuk dan keadaan yang memaksa mereka untuk mengkonsumsi darah, pemuda tersebut merasa kasihan. Apalagi setelah mengetahui bahwa masa hidup nyamuk hanya berkisar selama 2 minggu. Mengapa manusia dan nyamuk tidak bisa hidup berdampingan? seperti dalam cerita-cerita dongeng?

Menurut pemuda ini manusia dan nyamuk sulit hidup berdampingan karena jumlah nyamuk yang sangat banyak, jauh melebihi jumlah manusia.

Untuk mengatasi ledakan penduduk nyamuk, disarankan nyamuk-nyamuk melaksanakan program Keluarga Berencana yang telah dikembangkan oleh manusia. Jika mampu membatasi jumlah anak dari 300 menjadi 2, bisa dipastikan manusia tidak terlalu terganggu akan kehadiran nyamuk. Jika sulit menahan nafsu hewaninya, nyamuk-nyamuk disarankan menggunakan alat kontrasepsi ketika berhubungan untuk mencegah kehamilan.

Jika nyamuk berhasil mengontrol populasinya, maka hal tersebut akan mengurangi kecelakaan massal yang banyak memakan korban nyamuk tidak berdosa, dan manusia pun dapat hidup tanpa terlalu terganggu oleh kehadiran nyamuk.



6 komentar:

Nan mengatakan...

Kuncinya adalah menerima, Thomas. Harus ikhlas. Kalau ngasih hati minta jantung, itu baru berlebihan. Yang diminta cuma darah, beberapa tetes pula. Masih lebih sadis PMI, dong.

Intinya, kita harus menghargai kehidupan, seperti kata Albert Schweitzer. Sesungguhnya Tuhan Yang Mahakuasa telah menciptakan nyamuk agar manusia bersabar.

Mungkin.

Thomas Milano mengatakan...

Best comment ever

Anonim mengatakan...

mase :"""""

Thomas Milano mengatakan...

hai nuts! lama tak jumpa :')

Nan mengatakan...

Ngomong-ngomong, Thomas, di ITB banyak nyamuk ga?

Saya keterima di sana nih (alhamdulillah)

Sampai ketemu ya.

Thomas Milano mengatakan...

Oh itu tergantung musim Nan. Kalo lagi musim nyamuk ya banyak nyamuk. Kalo lagi musim duren ya banyak duren. Tapi yang pasti jangan kaget kalo ngeliat jumlah kucing di ITB