Sabtu, Oktober 19, 2013

Mengubah Image Sains dan Teknologi

Jika kamu mendengar kata Fisika, Kimia, Matematika, dan hal-hal yang berhubungan dengan sains, apa yang ada dalam pikiran kamu?

Susah, ribet, terlalu banyak rumus, membingungkan, dan palingan ilmunya gak bakalan kepake nanti. Kebanyakan orang Indonesia berpikiran seperti itu. Menjadikan image sains jelek di pikiran anak-anak Indonesia. Jika kamu berpikiran seperti itu, sudah saatnya kamu mengubah cara pandang dan berpikir kamu terhadap sains.


Mengapa image sains jelek di mata orang indonesia, terutama kalangan pelajar?

hal ini terutama karena metode pengajaran yang salah sehingga membuat orang tidak tertarik belajar sains. Para pelajar hanya dituntut untuk menghapal rumus, dan seolah itu menjadi template di otak mereka. Bila ada soal a, jawabnya pasti b. kalo soalnya c, jawabnya d. Ketika soal diutak-atik sedikit, mereka bingung bagaimana menjawabnya.


Jadi, metode seperti apa yang seharusnya diterapkan?

Yang harus dikembangkan para pelajar saat ini adalah logika berpikir. Jika hanya dipaksa untuk menghapal rumus-rumus, bisa dipastikan beberapa saat kemudian pasti dilupakan. Prinsip dasar sains harus dipahami dan arah tujuan kita mempelajari sains juga harus ditekankan. bukan hanya sekedar mendapat nilai dan lulus, tapi kita mempelajari sains untuk memajukan Indonesia.

Selain itu seringkali guru-guru hanya menjelaskan sains hanya melalui lisan dan tulisan/catatan. Tidak ada visualisasi dan interaksi. Manusia sulit percaya kalau tidak ada wujud nyata yang diperagakan. Mereka jadi berpikir untuk apa belajar hal seperti ini? Belajar sains tanpa visualisasi dan interaksi itu kayak belajar olahraga tapi cuma teori di kelas. gak guna.

Jadi kalo mau dirangkum, Metode yang salah itu hapalan rumus dan hanya penjelasan lisan + tulisan. Metode yang benar adalah konseptual, dan disertai visualisasi dan interaksi.


Terus, buat apa kita belajar sains?

Sains tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Teknologi itu apa sih? gadget? smartphone? komputer? iya, itu adalah salah satu hasil dari teknologi. Teknologi sendiri adalah segala sesuatu yang memudahkan hidup manusia. jadi sebenernya sehari-hari kita selalu dikelilingi teknologi. Gak perlu ribet-ribet miikirin gadget, yang sederhana seperti gelas itu juga merupakan teknologi, karena memudahkan kita untuk minum.

Teknologi sebenarnya berasal dari alam. Dan ilmu yang mempelajari alam adalah sains. kita kembali ke contoh gelas. Kita gak mungkin bisa bikin gelas kalo gak tau konsep sifat zat cair yang selalu menyesuaikan bentuknya dengan wadahnya. Itu contoh dari konsep sains yang paling simpel. Semakin banyak pengetahuan kita tentang sains, makin canggih  teknologi yang bisa kita buat.

mungkin masih banyak orang yang berpikir, buat apa kita belajar sains? emangnya bisa bikin kita kaya? yang bilang begitu pasti gak tau atau lupa dengan Steve Jobs. Orang yang telah mengubah dunia dengan produk-produk apple-nya. Dasarnya apa dia bisa membuat teknologi yang sampai sekarang dipakai jutaan orang di dunia, atau bahkan mungkin saat ini kamu sedang menggunakan barang ciptaannya untuk membaca tulisan ini?

Dasarnya tak lain adalah Sains. Apakah ia menghasilkan uang dengan belajar sains? Sudah tidak perlu ditanya lagi.



Nah, berdasarkan penelitian, teknologi Indonesia sudah tertinggal beberapa puluh tahun dari negara-negara maju. lalu, apa efeknya bagi bangsa kita?

Pada tahun 2015 akan ada yang namanya Asean-China Free Trade Area, yang memperbolehkan Free Skill Labour, Free Capital Flow, dan Free Movement of Goods. Intinya siapapun yang ada di area tersebut bebas meng-apply pekerjaan dimanapun di area itu. Selain itu barang-barang bebas dijual tanpa terkena pajak, yang menyebabkan daya saing akan semakin tinggi. Kita bebas menanam modal dimana saja.

Apa jadinya Indonesia apabila teknologi kita tetap tertinggal dibanding negara lain? tentunya kita akan kalah saing. lapangan pekerjaan di Indonesia akan dengan mudah direbut oleh asing yang skill dan pengetahuannya lebih baik. Barang produk dalam negeri akan mati karena kalah dalam persaingan harga dengan negara lain. Kita juga akan jadi lahan modal yang bagus buat perusahaan asing dan sumber daya alam kita hanya akan menguntungkan negara asing.

kita tentu tidak ingin hal seperti itu terjadi. kita ingin negara kita yang kaya ini tidak 'dijajah' oleh negara asing. kita harus berubah.

untuk menyelesaikan persoalan, kita harus menelusuri sampai ke akarnya. oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik ITB (HMFT-ITB) ingin membuat perubahan melalui acara Perayaan Dies 60 HMFT, yaitu ITB Insight Festival.



Nilai yang diusung oleh acara ini adalah Edukasi Sains dan Teknolologi, yang bertujuan untuk membuat masyarakat, terutama kaum pelajar, untuk menyenangi, mendalami, dan mampu mengaplikasikan teknologi. Seperti yang sudah dibilang di awal, image sains itu jelek karena dianggap sulit dan membingungkan. Namun sebenarnya, kalau kita suka, kita akan berusaha sekeras mungkin sesulit apapun itu. Oleh karena itu, acara ini diharapkan dapat membuat kita suka dan sadar akan pentingnya sains dan teknologi, serta memberi contoh untuk masyarakat.

Acara ini akan diadakan pada tanggal 23 November 2013 (siapapun yang baca ini dan ada di bandung wajib dateng). Banyak banget konten acara ini, antara lain:

 - Wahana dan Festival yang dijamin akan membuat pengunjung senang oleh peragaan sains dan hasil karya cipta Teknik Fisika.
- Klung Competition, yaitu lomba aransemen lagu yang akan dimainkan oleh Angklung Robot
- Video Mapping, penasaran? dateng ajaa.
- Sound Engineer Training
- Green Building Seminar
- Liter of Light
- Gathering Alumni TF

Selain itu untuk menarik pengunjung, dalam acara ini akan diundang artis-artis top untuk tampil dan menyemarakkan acara. Artisnya saya juga belum tahu, tapi dijamin akan seru banget dan jangan lupa dateng!

kemudian, jangan lupa follow twitter ITB Insight @itbinsight serta kunjungi webnya www.itbinsight.com untuk informasi yang lebih lengkap dan membuatmu tertarik!


terakhir, saya harap semuanya bisa datang ke acara ini, bukan hanya untuk bersenang-senang, tapi juga mendapatkan nilai-nilai yang ingin disampaikan, yaitu Edukasi Sains dan Teknologi. Yang tidak bisa datang juga saya harap bisa terinspirasi dari apa yang  tertulis diatas. Demi kemajuan bangsa kita. Demi Indonesia.



2 komentar:

Nan mengatakan...

Aku bingung kenapa Thomas mendadak waras. Pasti ini post copasan.

Sayang aku telat baca. I'm one of those people who enjoy science :)

Satu tahun lagi barangkali masuk FMIPA ITB :)

Thomas Milano mengatakan...

eh enak aja ini gak copasan yaa. emang lagi pengen waras aja hehe.

oke deh nan aku tunggu kamu di itb :)